Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Awas, Dukung Mendukung di Politik Bisa Menyesatkan

WARGASERUJI – Sejarah membuktikan, dukung-mendukung bisa menyesatkan. Syiah contohnya, muncul diawali dengan perpecahan politik umat. Setelah konflik berlangsung lama, muncul para pendukung garis keras yang tidak lagi peduli asal mula konflik. Tiba-tiba saja muncul kebencian kepada kelompok lain.

Mendukung adalah hak. Namun, rawan tertipu. Ketika datang kabar bohong, terdorong tidak berusaha memeriksanya bila kabar itu menguntungkan yang ia dukung dan merugikan pihak lawan. Sebaliknya, bersikap menolak kabar yang benar, ketika merugikan yang ia dukung atau menguntungkan pihak lain.

Mudah saja logikanya. Ketika ikut mendukung, tentu hal-hal positif pada diri yang didukung yang akan disebarluaskan, serta mengubur dalam-dalam hal-hal negatif.

Disebut tersesat itu karena menerima informasi salah namun dianggap benar. Makanya, orang-orang syiah itu membenci sahabat Nabi selain Ali bin Abi Thalib r.a. Mereka mendapat informasi dari para penebar fitnah, bahwa Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dan Utsman bin Affan telah merebut kedudukan khalifah yang seharusnya sejak semula di tangan Ali bin Abi Thalib. Lama kelamaan, merasuk dalam keyakinan.

Politik itu perebutan kekuasaan. Karena kekuasaan itu fasilitas dunia paling menggiurkan, maka akan selalu menarik datangnya orang-orang rakus dan tamak. Tipe orang-orang seperti ini akan selalu berusaha bermain culas. Apa saja dilakukan asal bisa mendapat porsi kekuasaan walau hanya secuil.

Bagaimana caranya agar bisa awas terhadap bahaya penyesatan?

Jika sanggup menyaring informasi secara obyektif dengan tidak membawa perasaan dukung mendukung, maka aman. Namun, mengklarifikasi informasi itu sulit bila tidak punya jaringan yang besar dan terpercaya. Apalagi hanya mengandalkan kabar dari media sosial dan chatting.

Jika suka bawa perasaan (baper), sebaiknya tidak usah dukung mendukung. Informasi sepotong saja sudah ditanggapi dengan berbagai prasangka. Kalau kemudian ia sebar, pasti sudah ditambah dengan prasangkanya sendiri. Akhirnya jatuh menjadi kabar bohong.

Jadi, penebar fitnah kadang-kadang tidak berniat berbuat buruk. Hanya karena baper sajalah ia jadi pembuat fitnah.

Para ulama salaf telah banyak memberi contoh. Untuk urusan politik, tak usahlah terlalu baper. Bahkan, ketika terjadi penggulingan kekuasaan, atau tindakan oleh penguasa yang terlalu menyimpang, para ulama salaf tidak mengambil inisiatif untuk memobilisasi pemberontakan.

Para ulama salaf fokus dalam ilmu. Asal mereka bisa menyebarkan ilmu, tidak masalah siapapun penguasanya, sezalim apapun, asal masih muslim. Sesama muslim masih bisa dinasehati.

Mereka tak tergiur kekuasaan. Mereka menempatkan diri secara mulia, dan tidak berhenti menasehati para penguasa. Tak peduli bahkan sampai ada yang dipenjara dan disiksa.

Oleh karena itu, jika sudah terjadi polarisasi politik yang mengkhawatirkan serta takut tersesat karena terlalu baper, berlindunglah dengan merujuk pada ulama yang tidak berpihak.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.