Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Bisnis dalam Kacamata Ustadz Khalid Basalamah

WARGASERUJI – Dalam sebulah vlog milik keluarga Sungkar (Sungkar’s Family), Ustadz Khalid Basalamah yang ditemui Irwansyah dan Wisnu, menjelaskan orientasi bisnis yang dijalankannya. Menurut “kacamata” ilmu, usaha yang dilakukan seharusnya bukan untuk keduniaan, melainkan sebagai misi ke akhirat.

Kesimpulan itu muncul saat Irwansyah dan Wisnu menanyakan kiat-kiat menjadi pengusaha muslim. Kiat pertama adalah keikhlasan, yang sekaligus menjadi pondasi dari beberapa kiat selanjutnya.

Keikhlasan yang dimaksud Ustadz Khalid Basalamah adalah niat yang benar saat menjadi pengusaha. Beliau mencontohkan, bahwa sesuatu yang mubah bisa menjadi sunnah dan berpahala ketika niatnya benar. Seperti, tidur. Tidur itu asal hukumnya mubah. Namun, ketika niat tidur adalah untuk memberikan hak jasad beristirahat, maka menjadi pahala. Demikian pula makan, minum dan lainnya.

Maka, disebut ikhlas kalau menjadi pengusaha itu niatnya agar mendapat ridha Allah. Ustadz Khalid Basalamah kemudian menyitir sebuah hadits tentang keutamaan seorang pengusaha yang jujur dan amanah. Menjadi pengusaha tentu harus dengan semangat meraih keutamaan yang dijanjikan Allah kepadanya.

Kiat kedua, bahwa ada misi dakwah dengan memberi contoh usaha yang benar secara syariat. Harus ada misi membangun bisnis sebagai cara untuk mematahkan  anggapan banyak orang di Indonesia, bahwa usaha bila ingin berhasil maka harus menggunakan “penglaris”, yang tentu bertentangan dengan aqidah .   Contoh usaha yang akan “aman” menurut Ustadz Khalid, cukup dengan “menu” sederhana, yaitu modalnya halal, sistemnya halal, produknya juga halal. Beberapa usaha yang dijalankan termasuk Restoran Ajwad miliknya yang bertahan sepuluh tahun lebih, terbukti “aman” tanpa kendala yang berarti.

Kiat yang ketiga, bahwa usaha yang dijalankan tidak melulu hanya “untung rugi” dalam jual beli. Usaha adalah “sekedar” menempatkan diri dalam lingkup sosial. Artinya, dijadikan titik untuk mendistribusikan rezeki, dari orang yang mampu sebagai pelanggannya, kepada orang yang membutuhkan seperti musafir dan fakir.

Untuk kiat yang ketiga ini, Ustadz Basalamah memberi contoh dengan kisah seorang miskin yang hendak membeli selimut dengan uang pas-pasan. Kebetulan yang punya toko mengetahui, sehingga mempersilakan si orang miskin untuk memilih sendiri.

Si pemilik toko tidak memberi cuma-cuma, namun dengan harga murah tanpa sepengetahuan si miskin. Bukan hanya membantu, si pemilik toko juga ingin menjaga hati si miskin agar tidak merasa terhina. Itulah misi sosial yang sebenarnya, membantu dan tetap “memanusiakan”.

Ternyata, dengan kiat-kiat itu, usaha restoran Ajwad tetap bertahan dan selalu ramai. Namun, bisa jadi didukung faktor karena sejak awal berbisnis memang berorientasi spiritual, bukan keduniaan.   Misalnya, muncul ide membuat restoran ala arab di Jakarta bukan karena peluang keuntungan, melainkan karena adanya kesulitan dari para jamaah haji. Ketika datang ke tanah suci, mereka melewatkan kesempatan “mencicipi” menu-menu hidangan khas dan hanya makan makanan ala Indonesia.

Alasan yang biasa dikemukakan warga Indonesia adalah karena ketidaktahuan bahasa, rasa dan harga. Oleh karena itulah merasa perlu ada restoran ala arab di Indonesia, mungkin sebagai “pemanasan” sebelum menginjakkan kaki di Arab sana.   Bahkan, pemilihan “menu ala arab” pun diniati untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang sunnah Rasulullah saw. Misalnya, menu utama daging kambing yang digemari Rasulullah. Selain tentu saja, melihat adanya berbagai restoran asing dari negeri non muslim yang menjamur, padahal konsumennya juga kebanyakan muslim. Jadi, berbeda dengan para pengusaha pada umumnya, “peluang bisnis” ditempatkan dalam prioritas yang kedua setelah misi spiritualnya.

Pun, dalam operasional usaha, spiritual lebih dikedepankan daripada sekedar keuntungan usaha. Contoh yang paling mencolok, adanya program wajib shalat berjamaah di masjid (tak ada karyawan perempuan),  serta program tahsin dan tahfidz yang wajib diikuti semua karyawan. Jika tidak mau mengikuti program, maka menjadi pertimbangan untuk diberhentikan. Bukan kedisiplinan kerja yang jadi tolok ukur utama.   Niatnya juga baik, yaitu agar karyawan nantinya menjadi hafidz Quran. Bahkan, bagi yang bisa menyelesaikan lebih cepat, ada bonus yang diberikan.

Andai bukan spiritualitas yang diutamakan, pastilah karyawannya hanya dipacu untuk disiplin bekerja dan bekerja, hanya demi keuntungan dunia.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.