Cara hidup orang Indonesia, Paling Minim Merusak Bumi

Cara hidup orang Indonesia, Paling Minim Merusak Bumi

WARGASERUJI – Dalam catatan Global Footprint Network, orang Indonesia termasuk paling kecil menggunakan sumber daya bumi. Jika orang seluruh dunia bergaya hidup seperti orang Indonesia, maka sumber daya setahun baru habis di tanggal 18 Desember, menurut hitungan yang disebut Overshoot Day.

Apa itu Overshoot Day? Untuk tidak merusak bumi dan kehidupannya, sumber daya yang digunakan setiap tahun tidak boleh melebihi batas tertentu. Setiap tahun, penggunaan sumber daya itu dihitung. Kalau habis sebelum akhir tahun, maka hari saat habis itulah disebut Overshoot Day.

Cakupan hitungan di atas melingkupi jumlah air, tanah, ikan dan hutan serta seberapa banyak CO2 dipompa ke atmosfer. Hasil hitungan ini bisa memperkirakan seberapa banyak sumber daya yang mampu menyokong ekosistem bumi aman ditinggali.

Untuk tahun 2019, Overshoot Day jatuh pada akhir Juli, atau maju seminggu dibandingkan pada tahun 2016. Ini tanda bahwa penggunaan sumber daya yang merusak semakin meningkat.

Baca: Overshoot Day, Hari Penanda Habisnya Sumber Daya Bumi

Sedang negara yang “paling boros” sumber daya adalah Qatar. Berikutnya berturut-turut: Luxemburg, UAE, USA dan Kanada. Jika semua penduduk bumi seperti orang Qatar, maka Overshootday akan jatuh pada tanggal 11 Februari.

Diagram yang dirilis Global Footprint Network memperlihatkan tanggal Overshoot Day dari berbagai negara. Jika cara hidup seluruh penduduk bumi disamaratakan persis dengan gaya hidup orang Amerika Serikat, maka Overshoot Day hanya berada di tanggal 15 Maret. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Indonesia.

Mengapa Demikian?

Amerika Serikat adalah negara maju. Semua sektor sudah menggunakan perangkat yang canggih, otomatis, serta akurat. Dari sisi fasilitas, sangat lengkap.

Indonesia masih disebut sebagai negara berkembang, kalau tidak mau disebut negara dunia ketiga. Semua sektor masih mengandalkan tenaga manual yang melibatkan tenaga kerja berkemampuan rendah.

Dua perbedaan tersebut punya dampak penggunaan energi yang terpaut jauh. Semua mesin dan perangkat canggih mengkonsumsi lebih banyak sumber daya material dan energi atau bahan bakar. Sedangkan tenaga manual lebih ramah lingkungan.

Maka, bersyukurlah berperilaku hidup seperti orang asli Indonesia, karena tidak merusak bumi. Bukankah Tuhan tidak suka manusia yang merusak di muka bumi?

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Menonton Film Wide Awake, Kim Myung Min

Film Wide Awake adalah film asal Korea yang rilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Kim Myung Min. Film ini bercerita tentang seorang bocah...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...
close