Kabut Asap

Kabut Asap

WARGASERUJI – Seorang Bapak mengeluh sesak nafas. Sesak nafas dia rasakan sejak sebulan yang lalu dan sekarang sesaknya semakin sering dan semakin berat. Sebelumnya hanya dalam waktu-waktu tertentu, namun sekarang sudah hampir sepanjang waktu. Obat yang biasa dia makan sudah tidak banyak lagi membantu. Hanya bisa melonggarkan pernafasan sesaat dan kemudian sesak nafas kembali menderanya.

Pasien dengan keluhan yang sama dari waktu ke waktu semakin banyak. Bukan hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak. Pemicunya adalah kabut asap yang belum ada tendensi untuk berkurang. Bahkan dari waktu ke waktu kabut asap semakin tebal dan semakin menyesakkan nafas makhluk yang dilingkupinya.

Beberapa tahun yang lalu hampir setiap tahun kabut asap mengunjungi sumatera dan kalimantan. Setelah reda selama 3 tahun sekarang kabut asap kembali menghajar sumatera dan kalimantan. Kabut asappun juga diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunai.

Setiap kabut asap menyerang, banyak kerugian yang diderita masyarakat dilingkupinya.  Berbagai penyakit saluran nafas dan paru berjangkit. Mulai dari pilek bersin, bronkhitis, asma sampai infeksi saluran pernafasan akut. Akibat udara yang tercemar dengan CO2 hasil pembakaran, penduduk yang dilingkupi asap mengalami hipoksia dan penyumbatan saluran nafas. Dalam jangka panjang, asap yang terhirup dapat sebagai pencetus pecahnya kantong udara paru (alveoli) dan sebagian zat karsinogenik pemicu kanker paru.

Setiap hari matahari berwarna merah. Bahkan dikabarkan di Muaro Jambi langitpun ikut memerah dan udara terasa panas menyengat akibat kebakaran yang dekat dari pemukiman. Memerahnya langit menunjukkan partikel debu kosentrasinya sangat tinggi.   Di malam hari tidak lagi bintang bisa menampakkan diri. Bencana kabut asap kian memprihatinkan. Satu bulan sudah kabut asap berlangsung, bukannya mereda, namun makin pekat.

Diberbagai daerah, pemda setempat menginstruksikan libur bagi sekolah.  Jika kabutnya masih tebal, mungkin liburnya bisa diperpanjang. Dari Bandara Kualanamu ke bandara-bandara lain di Pulau Sumatera terpaksa 5 penerbangan dibatalkan akibat pendeknya jarak pandang. Di Pekan Baru bandara lupuh karena jarak pandang tidak lebih dari 600 m.  Pemerintah Provinsi Riau bahkan menetapkan status darurat pencemaran udara karena kabut asap. Dalam beberapa hari terakhir, status udara di berbagai wilayah Riau, berada pada level berbahaya untuk kesehatan.

Asap menjadi sumber bencana akibat tingkah manusia. Pola fikir kapitalis yang ingin mendapatkan untung dengan modal murah telah menyebabkan wabah nasional.  Bukan hanya kesehatan manusia terganggu. Binatang dan tumbuhan baik yang hidup di darat maupun di udara ikut terdampak. Binatang kecil pun tidak tersisa setelah kebakaran hutan bisa dipadamkan.

Mereka yang membakar merasa beruntung dengan mengeluarkan modal kecil untuk mendapatkan untung besar. Tapi penduduk sumatera, kalimantan dan negara tetangga teraniaya akibat asap ulah mereka. Angka kesakitan meningkat dan kemampuan kerja berkurang yang berdampak pada penurunan produktifitas. Sampai kapan ini akan terjadi? Apakah nanti akan kembali setelah periode ini selesai? Cukup nurani kita yang menjawabnya.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Teknik Tanpa Efek Samping Terapi Warna Ala Sujok

rinsip kerja Sujok adalah melakukan penanganan titik-titik di tangan dan kaki dengan pewarnaan tertentu. Untuk hasil yang lebih maksimal namun masih taraf aman atau tidak beresiko tinggi, bisa ditambah ditempelkan biji-bijian ke titik-titik yang dimaksud.

Penyakit Masyarakat Butuh Obat Ampuh

Penyakit Masyarakat Butuh Obat Ampuh Penyakit masyarakat khususnya di daerah Medan, kian hari semakin menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Senin (23/9/2019), Muspika Medan Selayang yang...

Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data Berkualitas

Dalam rangka peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 26 September, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan RRI PRO 1 FM 99,2 menggelar talkshow dengan tema “Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data Berkualitas”

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...