Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI – Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang dalam air yang tidak terlalu dalam. Ikan yang masuk lukah tidak akan bisa keluar karena posisi rotan tempat masuk ikan dibuat sedemikian rupa sehingga ikan tidak bisa surut ke belakang. Jika kepalanya sudah masuk, maka ikan harus terus maju dan terperangkap dalam lukah.

Sepertinya fenomena ini terjadi pada YIM. YIM yang diawalnya bermaksud masuk menjulurkan kepalanya ke lingkaran Jokowi-Ma’ruf, agar bisa berperan dalam meraup suara bagi PBB dari pecinta Jokowi-Ma’ruf, ternyata akhirnya harus masuk utuh dan YIM terperangkap dan tidak bisa kembali keluar. Hasilnya sangat tidak diharapkan oleh simpatisan PBB karena YIM menyatakan bahwa suka atau tidak suka PBB harus dukung Jokowi-Ma’ruf.

Diawalnya YIM sebagai seorang profesional terlihat tidak memilih siapa yang butuh pembelaannya. Dia bela setiap orang yang membutuhkan bantuannya, sekalipun itu orang yang berseberangan politik dengannya. Bagi YIM, hukum yang harus jadi panglima. Keadilan akan terwujud jika hukum yang menjadi acuan dalam mengambil keputusan, bukan rasa suka atau tidak suka.

Berbeda dengan sikap politik. Politik adalah pilihan perjuangan bukan berdasarkan atas salah atau benarnya sebuah perjuangan tapi adalah atas dasar cocok atau tidaknya strategi dalam mencapai sebuah tujuan. Perbedaan pandangan politik bukan alasan untuk tidak bisa membantu dalam menegakkan keadilan dimata hukum.

Sepertinya mirip dengan apa yang dilakukan Salahuddin Al Ayubi terhadap Richard yang menjadi musuhnya di perang salib. Disaat Richard sakit, Salahuddin datang membawa obat. Kemudian mereka kembali bertemu dalam perang untuk memperebutkan Yerusalem kota suci tiga agama.

Ternyata perjalanan waktu memperlihatkan kenyataan yang lain. YIM mengatakan keputusan untuk mendukung pasangan petahana sudah sesuai dengan mekanisme partai, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PBB Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Ya harus satu komando. Komando siapa, ya ketua umum. Suka tidak suka harus dijalankkan,” kata YIM di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/1).

YIM sudah terdorong masuk lukah patahana.  Ketika kepala sudah tersorong, semua badan harus masuk.  Jika tidak, akan berakibat badan akan mendapat luka sangat parah karena banyak ranjau yang menghadang.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close