Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Inspiratif Viral Bocah Bunuh Diri Vs Bocah Penata Sandal

Viral Bocah Bunuh Diri Vs Bocah Penata Sandal

Inspiratif Viral Bocah Bunuh Diri Vs Bocah Penata Sandal

Viral Bocah Bunuh Diri Vs Bocah Penata Sandal

WARGASERUJI – Bocah laki-laki diduga nekat bunuh diri dengan memegang kabel listrik menjadi viral di dunia maya. Dalam waktu yang berdekatan, viral pula bocah perempuan pemulung menjadi relawan penata sandal di sebuah masjid.

Dua peristiwa yang saling tak terkait, namun kontras dalam sisi moral dan spiritual. Bocah laki-laki tersebut menggambarkan jiwa yang rapuh atas masalah hidup. Sedangkan bocah perempuan mencerminkan ketegaran dan kebaikan hati.

Keduanya viral, dengan jalan yang berbeda. Bocah bunuh diri menjadi viral karena menggunakan cara ekstrim, sehingga menarik perhatian orang. Sedangkan bocah perempuan penata sandal menjadi viral lantaran orang lain yang menyebarkannya sebagai sebuah inspirasi kehidupan di tengah tersebarnya gaya hidup yang individualistik.

Memang seperti tidak disengaja dua hal terjadi dalam jeda waktu yang tidak lama. Barangkali, Tuhan sedang memberi pelajaran bagi manusia zaman ini tentang hakikat hidup di dunia.


Kalau hanya urusan dunia yang jadi akhir tujuan hidupnya, nasib bisa setragis bocah laki-laki yang bunuh diri. Namun, bila urusan dunia hanya jadi tempat persinggahan sementara, maka hidup menjadi bahagia walau hanya sebagai seorang pemulung yang hanya bisa bersedekah dengan menata sandal orang-orang.

Di tengah deru industrialisasi yang menawarkan hidup megah dan mewah, manusia terasa ditimang-timang untuk merasai nikmat dunia. Tidak sadar, kerakusan atas segala fasilitas hidup membuat bagian bumi yang lain terdera kerusakan alam. Pasti ada yang menjadi korban efek eksploitasi alam demi kemanjaan dunia.

Begitulah jika kehidupan meninggalkan fitrahnya. Tuhan sudah tidak dikenal. Alam dunia pun bertahap menuju kehancuran. Atau memang, hari kiamat sudah semakin dekat?

Tanda-tanda memang sudah bermunculan. Bagi orang yang mengimani hari kiamat, tentu sudah bersiap mengikat pinggang kencang-kencang. Termasuk menata hati secara spiritual agar mampu menghadapi fitnah dunia yang semakin asyik masyuk merayu jiwa.

Kesadaran spiritual membuat dua peristiwa tak terkait menjadi hikmah dan pertanda dari Tuhan. Demikian pula, peristiwa-peristiwa lain yang pasti menyampaikan pesan dari Tuhan, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kepada hambanya yang beriman.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER