Follow SERUJI

94,949FansSuka
396PengikutMengikuti
6,616PengikutMengikuti
729PelangganBerlangganan

Rugi, Bila Otak Tak Digunakan

WARGASERUJI – Otak sempurna, percuma jika tak digunakan. Rugi kalau tak tahu cara menggunakan.

Otak ketika bayi lahir memiliki 100 milliar neuron dan terus tumbuh. Bahkan, menurut penelitian mutakhir, tetap tumbuh hingga lanjut usia.

Jumlah neuron seorang bayi setara dengan sepuluh kali hewan tercerdas di dunia, seekor simpanse. Neuron-neuron ini saling terhubung membentuk jaringan terumit sejagat raya dengan hanya berukuran kecil untuk mengisi ruang tengkorak.

Kedahsyatannya, tak terkira, siapapun punya potensinya. Dengan batasan kemungkinan tak terhingga, manusia bisa melakukan apa saja yang diinginkannya. Lihatlah, bagaimana peradaban kecanggihan teknologi, hasil olah otak tanpa batas, mulai sebuah ponsel pintar hingga pesawat luar angkasa.

Bagaimana menggunakannya?

Kemampuan otak bergantung jumlah dan kualitas hubungan antar neuron. Hubungan-hubungan antar neuron akan semakin banyak bila dirangsang. Rangsangannya? Berpikir. Semakin berpikir, maka kapasitas kemampuan otak semakin meningkat.

Adakah yang merasa bodoh? Itu keliru. Lebih tepatnya, malas berpikir!

Saat mengambil buku karena ingin membaca, otak berada dalam kondisi sadar. Tanpa terpikir (baca : tanpa disadari), kaki melangkah mendekat, tangan terjulur, jemari membuka dan mengapit buku. Pikiran sadar dan bawah sadar baru saja dilakukan.

Belajar naik sepeda, pasti menggunakan pikiran penuh kesadaran. Hasilnya, jatuh berulang-ulang. Setelah mahir dengan ribuan pengulangan, naik sepeda sambil ngobrol atau sambil melamun pun bisa, sudah tidak dipikirkan lagi, bawah sadar. Jika melakukan sesuatu sudah tidak perlu menggunakan pikiran sadar, maka sudah disebut ahli.

Standar orang bisa disebut ahli, jika sudah berpengalaman lebih dari 10.000 kali melakukan hal yang sama berulang-ulang. Contoh pekerjaan yang sangat memperhatikan jumlah pengalaman adalah pilot, diukur dari jam terbangnya. Semakin lama jam terbangnya, semakin diakui keahliannya.

Jadi, ada tempat dalam otak yang kapasitasnya tak terbatas, namun hanya bisa diisi dengan aktifitas berfikir yang berulang-ulang. Orang menyebutnya pikiran bawah sadar. Kemampuan seperti ini sudah disebut keterampilan atau keahlian.

Ketika sudah masuk ke dalam otak bawah sadar, maka tidak akan mudah terhapus, karena akan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Bukankah bila sudah bisa naik sepeda maka seumur hidup pasti tak akan lupa caranya naik sepeda?

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, "value" harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika "melawan" negara.

Poligami Itu Berat, Kami Saja

adi, dua syarat agar bisa adil itu perlu dipenuhi. Karena tidak sembarang orang bisa, "poligami itu berat, kami saja". Tentu, niat utama juga harus benar, yaitu niat berbagi. Bukan niat mencari nikmat di atas penderitaan para istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mencari Tuhan yang Mana Lagi?

Perbedaan dalam beragama seringkali berpangkal kepada perbedaan siapa yang dituhankan. Orang-orang musyrik menuhankan Allah, namun juga menuhankan selain Allah. Maka, Islam mempertanyakan kepada manusia, mencari tuhan yang mana lagi kalau bukan Sang Pencipta Alam, Tuhan segala sesuatu.

Penguasa Itu Ujian Bagi Umat Manusia

Orang yang berkecimpung di dunia politik selalu melihat penguasa sebagai sebuah posisi yang diperebutkan. Sebaiknya, melihat penguasa itu sebagai ujian bagi umat manusia.

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Ada Niat Baik Tuhan Kepada Manusia

Untuk apa manusia diciptakan? Untuk beribadah kepada Allah. Namun, bukan dalam status "diperas" seperti budak. Manusia yang "lolos uji" itu hendak diberi karunia. Ada niat baik Tuhan kepada manusia. 

Agama yang Benar Itu Satu

Agama itu asalnya satu dari Tuhan yang satu. Pemahaman yang sesat selalu mengarah agar manusia menganggap agama yang benar itu tidak satu.

Ini Jalan yang Lurus

Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesesatan kaum musyrikin dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, maka kemudian ayat-ayat berikutnya tentang halal dan haram berdasarkan wahyu Allah. Itulah jalan yang lurus, yaitu mengikuti perintah Allah dengan tidak mengikuti perintah-perintah selain Allah.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Ustadz Cilik Wildan, Ternyata Baru Klas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Ketika membaca pengumuman Hari Bermuhammadiyah yang rutin diselenggarakan oleh PDM Kota Semarang  dengan menghadirkan  penceramah Ustadz Cilik Wildan, dalam hati saya bertanya,  Apakah sudah...