Follow SERUJI

94,949FansSuka
396PengikutMengikuti
6,616PengikutMengikuti
729PelangganBerlangganan

Jebakan Allah Atas Kaum Musyrikin

WARGASERUJI – Al Quran telah diturunkan dengan berbagai argumentasi yang jelas tanpa bisa dibantah. Juga, banyak ayat yang diulang-ulang dengan maksud tertentu, salah satunya sebagai jebakan Allah atas kaum musyrikin.

Walau sudah sangat jelas dan terang, tetap saja ada orang yang tidak mampu melihat kebenaran itu. Untuk orang-orang seperti ini, sudah bukan tanggungjawab para rasul.

قَدْ جَاءَكُمْ بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ

Sesungguhnya telah datang dari Tuhan kalian bukti-bukti yang terang; maka barang siapa melihat (kebenaran itu),  maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (kalian). 

Argumentasi yang diulang-ulang sudah tak bisa dibantah oleh kaum musyrikin. Seperti itulah yang terjadi saat kaum musyrikin berbantah dengan Ahli Kitab sebelumnya. Menunjukkan bahwa kalangan musyrikin tidak punya landasan yang kuat dalam kepercayaannya.

Karena itulah, mereka menyangka apa yang dibawa oleh Rasulullah merupakan apa yang dipelajari dari Ahli Kitab. Di sinilah mereka masuk dalam jebakan argumentasi, membuka dengan jelas bagaimana kebodohan mereka.

وَكَذَلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ وَلِيَقُولُوا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang musyrik mengatakan, “Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab), dan supaya Kami menjelaskan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang mengetahui.

Mereka telah hidup bersama Rasulullah bahkan sebelum diangkat menjadi nabi. Jelas sekali tidak mungkin Nabi Muhammad berinteraksi dengan para Ahli Kitab. Apalagi membaca kitab-kitab itu, sedangkan Nabi adalah seorang yang buta huruf.

Jebakan Allah kepada kaum musyrikin itu membuka tabir kebodohan argumentasi. Mereka menjadi kebingungan atas kesalahan logika berfikirnya. Sedangkan bagi orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka bertambah keyakinan terhadap Tuhannya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, "value" harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika "melawan" negara.

Poligami Itu Berat, Kami Saja

adi, dua syarat agar bisa adil itu perlu dipenuhi. Karena tidak sembarang orang bisa, "poligami itu berat, kami saja". Tentu, niat utama juga harus benar, yaitu niat berbagi. Bukan niat mencari nikmat di atas penderitaan para istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mencari Tuhan yang Mana Lagi?

Perbedaan dalam beragama seringkali berpangkal kepada perbedaan siapa yang dituhankan. Orang-orang musyrik menuhankan Allah, namun juga menuhankan selain Allah. Maka, Islam mempertanyakan kepada manusia, mencari tuhan yang mana lagi kalau bukan Sang Pencipta Alam, Tuhan segala sesuatu.

Penguasa Itu Ujian Bagi Umat Manusia

Orang yang berkecimpung di dunia politik selalu melihat penguasa sebagai sebuah posisi yang diperebutkan. Sebaiknya, melihat penguasa itu sebagai ujian bagi umat manusia.

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Ada Niat Baik Tuhan Kepada Manusia

Untuk apa manusia diciptakan? Untuk beribadah kepada Allah. Namun, bukan dalam status "diperas" seperti budak. Manusia yang "lolos uji" itu hendak diberi karunia. Ada niat baik Tuhan kepada manusia. 

Agama yang Benar Itu Satu

Agama itu asalnya satu dari Tuhan yang satu. Pemahaman yang sesat selalu mengarah agar manusia menganggap agama yang benar itu tidak satu.

Ini Jalan yang Lurus

Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesesatan kaum musyrikin dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, maka kemudian ayat-ayat berikutnya tentang halal dan haram berdasarkan wahyu Allah. Itulah jalan yang lurus, yaitu mengikuti perintah Allah dengan tidak mengikuti perintah-perintah selain Allah.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Ustadz Cilik Wildan, Ternyata Baru Klas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Ketika membaca pengumuman Hari Bermuhammadiyah yang rutin diselenggarakan oleh PDM Kota Semarang  dengan menghadirkan  penceramah Ustadz Cilik Wildan, dalam hati saya bertanya,  Apakah sudah...