Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

WARGASERUJI – Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang. Tingkat tersebut bermakna prioritas bersyarat. Tingkat paling awal menjadi syarat untuk melangkah ke tingkat berikutnya, setidaknya begitu.

Tingkat Pertama, Mengimani Alquran

4-Kehebatan-Al-Quran
Alquran

Tingkat pertama yaitu mengimani Quran.  Banyak ayat yang menunjukkan bahwa hal tersebut wajib bagi manusia. Bahkan, penolakan terhadap ayat-ayat Al Quran merupakan kekufuran dan diancam dengan hidup kekal di neraka. 

Mengimani Quran yang benar adalah mengimani seluruh isinya. Umat terdahulu, yakni Bani Israil, sebagian di antara mereka dimurkai Allah karena hanya mengimani sebagian isi kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain. Bila ada yang sesuai dengan hawa nafsunya, mereka terima. Bila tidak sesuai, mereka tolak.

Menempati tingkat pertama karena secara mutlak menggugurkan kewajiban di tingkat berikutnya bila tidak dilakukan.  Apa guna membaca dan mengamalkannya kalau tidak mengimaninya?

Tingkat Kedua, Membaca Alquran atau Tilawah

Membaca Alquran.

Tingkat kedua, kewajiban membaca (tilawah) Al Quran. Kewajiban ini beriringan dengan kewajiban shalat. Shalat tidak sah apabila tidak membaca Al Fatihah yang merupakan induk Al Quran. 

Membaca Al Quran juga mendapatkan pahala berlipat. Setiap satu huruf  sepuluh pahala, kata Rasulullah. Tidak perlu paham dulu pun dapat pahala, karena bukan hanya isinya namun keberkahannya.

Tingkat Ketiga, Memahami Alquran

Uas di pasbar
Puluhan ribu jamaah memenuhi lokasi pengajian ustadz Abdul Somad di Pasaman Barat,

Tingkat ketiga adalah memahami Al Quran. Al Quran adalah petunjuk hidup bagi manusia. Di dalamnya terdapat perintah dan larangan. Bagi manusia yang ingin hidup benar di dunia, wajib memahami isi Al Quran.

Memahami Al Quran perlu ilmu. Oleh para ulama, umat dimudahkan dengan berbagai kitab tafsir, bahkan sudah diterjemahkan buku tafsir itu ke berbagai bahasa. Jadi, tidak ada lagi alasan seperti tidak bisa bahasa Arab atau lainnya.

Tingkat Keempat dan Kelima, Mengamalkan dan Mengajarkan Alquran

4-Kehebatan-Al-Quran
Alquran

Tingkat keempat, mengamalkan Al Quran.  Para sahabat Nabi mempelajari Al Quran lima ayat, dan tidak ditambah ayat lagi melainkan sesudah diamalkan.  Artinya, para sahabat mengerti bahwa iman dan amal itu tidak terpisahkan.

Tingkat kelima, mengajarkan Al Quran. Kata Nabi, sebaik-baik manusia adalah mempelajari Al Quran dan mengajarkannya. Namun, diletakkan di tingkat kelima setelah mengamalkannya, karena Allah membenci seseorang yang menyuruh orang lain melakukan sesuatu yang ia sendiri tidak mau menjalankannya.

Apakah seorang ustadz wajib mengamalkan perintah sebelum mengajarkannya? Belum tentu. Barangkali ustadz-nya bukan tidak mau, melainkan tidak bisa. Misalnya, belum bisa berangkat haji karena belum punya biaya, maka bukan termasuk dibenci Allah saat mengajarkan Al Quran yang terkait dengan ibadah haji.

Tingkat Keenam, Membela Alquran

Foto ilustrasi: Aksi Bela Tauhid di Yogyakarta

Tingkat keenam, membela Al Quran. Bukan berarti Al Quran  itu lemah, melainkan dalam arti mencegah umat salah paham dan tersesat karena hasutan pemikiran orang-orang kafir yang menghina dan merendahkan Al Quran. 

Tingkat keenam ini memerlukan syarat pemahaman yang mendalam terhadap Al Quran serta memiliki kemampuan berargumentasi yang mumpuni. Sebab, bisa saja berada di pihak yang benar namun kalah cerdik dalam debat sehingga malah membuat umat semakin ragu. 

Itulah enam kewajiban manusia terhadap Al Quran. Setiap orang yang ingin selamat di Hari Perhitungan kelak, wajib berusaha memenuhinya. Adapun jika sudah berusaha namun belum tercapai, Allah tidak membebankan sesuatu yang diluar kemampuannya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.