Program Sertifikasi Iqro’ Untuk Jaminan Kualitas

Program Sertifikasi Iqro’ Untuk Jaminan Kualitas

WARGASERUJI – Banyak TPA (Taman Pendidikan Al Quran) menjamur di masjid-masjid, patut disyukuri keberadaannya. Artinya, gairah mempelajari Al Quran sudah muncul di mana-mana. Namun, muncul masalah kualitas karena sedikitnya sumber daya ustadz. Untuk itulah diadakan Program Sertifikasi Iqro’ (PSI) sebagai cara menjaga kualitas lulusan TPA.

Setiap masjid belum tentu bisa merekrut ustadz TPA. Apalagi, termasuk kerja relawan yang tentu sedikit yang mau, mampu dan sempat. Akhirnya, banyak TPA-TPA yang berjalan apa adanya sehingga kualitas bacaan banyak yang tidak diperhatikan. Buktinya, banyak anak-anak yang sudah merasa lulus Iqro’ namun masih belum bisa membaca dengan benar.

PSI diadakan untuk memperbaikinya, tanpa mengubah status belajar santri. Jika sudah sampai jilid 5 atau bahkan sudah lulus Iqro’ versi sekolah misalnya, tetap pada statusnya. Namun, bila ingin mendapatkan sertifikat, harus ikut ujian sertifikasi dari awal.

Berikut penjabaran PSI:

  1. Sertifikasi Iqro’ berjenjang sesuai jilid. Oleh karena itu ada Sertifikasi Iqro’ I hingga VI
  2. Ujian sertifikasi berupa mengulang EBTA Iqro’ di hadapan seorang penguji
  3. Sertifikasi Iqro’ II hanya bisa dilakukan bila sudah lulus Sertifikasi Iqro’ I. Begitu seterusnya
  4. Sertifikasi Iqro’ hanya diberikan setelah santri diuji
  5. Penguji sertifikasi hanya satu ustadz, sehingga ada standar kualitas yang seragam
  6. Sebagai penghargaan, dalam periode tertentu diserahkan sertifikat sebagai tanda kelulusan sertifikasi.

Program ini hanya butuh satu ustadz yang berkualitas, sehingga diharapkan bisa menutupi kekurangan sumber daya manusia. Bahkan, satu ustadz khusus penguji bisa berkunjung ke beberapa TPA yang berbeda.

Selain itu, Program Sertifikasi Iqro’ bisa digunakan sebagai cara menjaring calon ustadz TPA setempat. Tentu perlu ada lagi sertifikasi jenjang selanjutnya, seperti sertifikasi tahsin tingkat lanjut dan sertifikasi pengajar TPA.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close