Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Bukan Hanya Audit, BPK Memiliki Perpustakaan Riset

Dalam rangka mendukung literasi dan riset di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara, BPK RI mengembangkan sebuah perpustakaan riset. Auditor negara ini menginginkan agar hasil-hasil pemeriksaannya yang kaya bisa menjadi bahan penelitian untuk mengembangkan keilmuan. Belum banyak lembaga negara atau kementerian yang memiliki perpustakaan riset semacam ini.

Perpustakaan riset BPK diresmikan pada Kamis (28/6) oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar beserta Sekjen BPK, Bahtiar Arif, di Kantor Pusat BPK, Jalan Gatot Subroto 31, Jakarta Pusat. Turut menyaksikan peresmian tersebut Wakil Menteri Keuangan yang juga merupakan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia, Mardiasmo, serta Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ainun Na’im.

Sebagai sebuah pusat riset, Perpustakaan BPK akan mendukung para peneliti di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara. Perpustakaan BPK yang didukung oleh Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK) ini akan memberikan akses kepada para peneliti atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, termasuk koleksi LHP Tahun 1947 dan bahkan terbitan ARK, BPK pada masa kolonial Belanda. Selain itu, para peneliti juga diberikan akses terhadap 17.410 judul dengan total 21.852 buku, disamping e-book serta e-journal.

Koleksi Buku Terbitan Algemeene Rakenkamer, BPK Jaman Kolonial Belanda (Foto: Nico Andrianto)

 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua yang pernah menjabat Kepala Sub Bagian Perpustakaan BPK ini menyampaikan bahwa literasi publik atas tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara perlu ditingkatkan. Salah satunya melalui pembukaan perpustakaan riset BPK. Beberapa isu penting diantaranya adalah pengelolaan hutang negara, anti-korupsi, pengelolaan barang negara, ataupun kontrak-kontrak atas kekayaan negara yang selama ini menjadi perhatian dan obyek pemeriksaan BPK.

Sebagai bentuk dukungan atas kegiatan riset, sejak Tahun 2015 BPK telah menerbitkan Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara (Jurnal TAKEN). Jurnal yang bisa diakses di alamat www.jurnal.bpk.go.id ini khusus memuat hasil penelitian ilmiah ataupun kajian yang dihasilkan oleh para auditor BPK maupun kalangan akademisi. Tepat pada peresmian perpustakaan riset BPK, Jurnal TAKEN yang telah terbit sebanyak enam kali mendapatkan akreditasi secara resmi dari Kemenristekdikti.

Pada kesempatan peresmian Perpustakaan Riset BPK diisi pula dengan Diskusi Panel yang menghadirkan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, Kepala Pepustakaan Nasional RI, Muhammad Syarief Bando, dan Wakil Rektor UI, Adi Zakaria Afiff sebagai pembicara. Diskusi yang dipandu oleh Ismail Suardi Wekke ini diikuti oleh para rektor/wakil rektor universitas, kepala perpustakaan Kementerian/Lembaga, ketua IAI, IAPI serta para auditor BPK.

Tema “Literasi Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara” sengaja dipilih untuk mendorong penelitian di bidang yang terkait dengan akuntansi sektor publik ini. Diharapkan perpustakaan riset BPK akan menarik minat bukan saja para akuntan, tetapi juga para ekonom, ahli hukum, serta administratur pemerintah untuk membaca dan memproduksi bacaan di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara.

Acara ini juga diharapkan memperlancar sharing informasi antar pustakawan, serta mendukung digitalisasi perpustakaan dan pengembangan database. Fungsi utama perpustakaan riset BPK adalah untuk meningkatkan literasi, produksi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendistribusian keilmuan di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara kepada masyarakat luas. Sehingga BPK berharap turut mendorong peradaban Bangsa kedepan menuju tercapainya tujuan bernegara.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Nico Andriantohttps://pt.slideshare.net/NicoAndrianto
Traveller, pengamat, penikmat, pembelajar, penginfo berbagai realitas sosial, ekonomi, budaya, kebijakan publik, dan teknologi.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.