Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa mengenai semua umur baik pria maupun wanita dari berbagai kalangan sosial. Penyakit ini menjadi isu penting terutama di daerah tropis yang padat penduduk.

Kudis yang sering juga disebut gudig maupun bulukan ini cepat menular melalui kontak fisik langsung kulit dengan kulit, bisa juga kontak tidak langsung melalui pakaian, handuk, sofa, sprei yang dipakai bersama. Faktor yang menunjang berkembangbiaknya penyakit ini adalah higienitas yang kurang.

Penderita kudis mengeluh gatal terutama pada malam hari. Sering terjadi pada sekelompok orang secara bersamaan (serumah, seasrama, sekost). Pada kulit akan tampak bintik-bintik kemerahan. Sering ditemukan di sela-sela jari, siku, ketiak, kemaluan. Tanda khasnya adalah terdapatnya terowongan tipis dan kecil seperti benang. Terowongan terlihat jelas di sela-sela jari, pergelangan tangan dan daerah siku.

Pengobatannya harus serentak bersamaan kepada semua penderita dilokasi yang sama. Apabila tidak serentak kemungkinan besar akan tertular lagi oleh temannya.Bersamaan dengan pengobatan dilakukan pencucian pakaiaan, handuk, speri dan sofa. Rendam dengan air panas lalu disetrika.

Rasa gatal masih akan tetap muncul beberapa hari bahkan sampai 6 minggu setelah pengobatan, padahal sebenarnya parasit penyebab penyakitnya sudah mati. Maka dokter masih melanjutkan pengobatan untuk mengurangi rasa gatal.

Bagi mereka yang berhubungan intensif dengan penderita penyakit ini (serumah, seasrama) sebaiknya juga dilakukan pengobatan secara bersamaan, karena bisa jadi tubuh seseorang dapat mengandung parasit skabies namun masih dalam periode perkembangan dan belum menunjukkan gejala. Kasus kekambuhan kudis biasanya karena kulitnya kontak lagi dengan parasit skabies yang masih berada di lingkungannya yang belum bersih dari parasit tersebut.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Kiat – Kiat Dalam Membaca Al Qur’an Agar Lebih Khusyu’

Berikut beberapa kiat saat membaca Al-Qur'an agar lebih khusyu': Jangan pernah Anda berikan Al-Qur'an waktu senggang (untuk membacanya), akan tetapi khususkan waktu baginya, dimana...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...
close