Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Belajar pada Kearifan Prof Din Syamsuddin

Saya terkesan membaca sebuah berita yang dimuat di liputan6.com pada 30 Maret 2019 yang berjudul MUI ingatkan Jokowi dan Prabowo hindari penggunaan isu keagamaan, yang berisi nasehat prof. Din Syamsuddin kepada para kontestan pilpres.

Meski nasehat itu ditujukan pada kedua kubu, tapi saya merasa nasehat itu bagus diterapkan oleh kita semua sebagai rakyat indonesia baik bagi kedua kubu yang aktif kampanye, maupun bagi partisan pemilu yang pasif kampanye serta yang golput sekalipun.

Ada 5 poin yang beliau tekankan:

1. mengingatkan kepada kedua kubu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk menghindari penggunaan isu keagamaan seperti penyebutan khilafah. Karena, dia menilai, itu merupakan bentuk politisasi agama yang bersifat menjelekkan pada pilpres 2019 ini

2. walaupun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik tidak diterima luas, namun khilafah yang disebut dalam Alquran adalah ajaran Islam yang mulia. Manusia mengemban misi menjadi Wakil Tuhan di Bumi atau ‘khalifatullah fil ardh

3. mempertentangkan khilafah dengan Pancasila adalah identik dengan mempertentangkan negara Islam dengan negara Pancasila, yang sesungguh sudah lama selesai dengan penegasan negara Pancasila sebagai ‘Darul Ahdi was Syahadah’ atau negara kesepakatan dan kesaksian. Upaya mempertentangkannya merupakan upaya membuka luka lama dan dapat menyinggung perasaan umat Islam

4. menisbatkan sesuatu yang dianggap anti-Pancasila terhadap suatu kelompok adalah labelisasi dan generalisasi yang berbahaya. Sehingga, dikhawatirkandapat menciptakan suasana perpecahan di tubuh bangsa Indonesia.

5. mengimbau segenap elemen bangsa agar jangan terpengaruh apalagi terprovokasi dengan pikiran-pikiran yang tidak relevan dan kondusif bagi Pemilu 2019 yang damai. Mari kita ciptakan Pemilu/Pilpres yang damai, berkualitas, berkeadilan, dan berkeadaban.

Saya merasakan kesejukan dalam nasehat beliau ini, serasa ada perlindungan dan penghargaan pada kedua kelompok baik kelompok yang berpemahan bahwa negara pancasila itu bertentangan dengan negara khilafah maupun kelompok yang berpandangan sebaliknya bahwa negara pancasila bertentangan dengan khilafah..

Bagi kelompok yang pro negara khilafah beliau menghargai dengan mengatakan bahwa khilafah yang disebut dalam Alquran adalah ajaran islam yang mulia. Sedangkan bagi yang kelompok yang pro negara pancasila beliau menghargai bahwa negara pancasila merupakan negara kesepakatan dan kesaksian.

Dengan arif  beliau merangkul kedua kelompok itu disertai nasehat yang bijak dan menyejukkan agar jangan terprovokasi.

Beberapa tokoh agama mengkritik seruan beliau tersebut, ada yang menganggap pemahaman bahasa arab beliau kurang mumpuni, ada yang bilang beliau tak mampu membedakan istilah khilafah dan khalifah, ada yang bilang beliau sesat dan menyesatkan, Ada yang bilang sikap beliau ambivalen dll.

Saya bukan orang yang punya kapasitas untuk menilai perbedaan pendapat tersebut, tapi saya bisa belajar dari cara prof Din menanggapi kritikan. Beliau tidak menjawab dengan sahut menyahut di area publik dengan merendahkan pengkritiknya, sebagian dihubungi beliau secara japri dengan tetap mengedepankan ukhuwah dan menghormati dalam perbedaan.

Selain itu beliau juga menjawab dalam bentuk tulisan yang dimuat di sangpencerah.co.id pada 1 April 2019 ber judul “Jawaban Din Syamsuddin soal khilafah dan khalifah”. Kearifan dan rendah hati tersirat dan tersurat pada tulisan tersebut. Sama sekali tidak menampakkan dendam maupun merendahkan mereka yang berbeda pendapat dengan beliau. Justru beliau mengucapkan terimakasih bagi yang menanggapi positif maupun negatif.

Terimakasih Prof Din atas keteladanannya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Endang S
Ibu rumah tangga yang dokter, bekerja di dalam dan di luar rumah. Sedang caper sama Allah melalui GMKM. Memimpikan kesetaraan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah NKRI

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.