Rindy Tiana

Pegiat Literasi Islam Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Penulis Buku Bidadari Pelukis Dunia

Tulisan Terbaru

19 Tulisan

Sehat Mahal Biayanya, Negara Abai atas Rakyatnya?

Sudahlah jatuh, tertimpa tangga pula, begitulah pengibaratan yang terjadi pada rakyat. Para pejabat negara seolah tutup mata atas kesulitan rakyatnya. Tak ada rasa empati. Jauh dari belas kasih.

Papua Membara, Sampai Kapan?

Mantan calon wakil Presiden Sandiaga Uno menganggap wajar jika masyarakat Papua marah karena ketimpangan ekonomi yang ada tergolong memprihatinkan. Sandi menyebut tingkat kemiskinan masyarakat Papua delapan kali lipat dibanding warga Jakarta. Padahal, daerah mereka begitu kaya dengan berbagai jenis sumber daya alam.

Black Out, Kerugian pada Rakyat

Black out tentu menimbulkan banyak kerugian bagi rakyat. Jokowi juga heran kenapa PLN tidak bisa bergerak cepat. Padahal kejadian serupa pernah terjadi belasan tahun lalu dan kali ini berulang menimbulkan kerugian banyak pihak

Islamophobia Menjangkiti Negeri ?

Akhir-akhir ini indikasi Islamophobia muncul. Orang-orang yang ingin berkontribusi dan mencintai agama Islam bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah serupa.

Selamatkan Generasi dari Pedofilia

Pemberian grasi kepada Neil Bantleman, mantan guru Jakarta Intercultural School (JIS) disesalkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Grasi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, menurut anggota KPAI Putu Elvina merupakan lembaran hitam terhadap upaya perlindungan anak di Indonesia.

Kasus Baiq Nuril, Keadilan Hukum Milik Siapa?

Inilah keadilan hukum dalam sistem demokrasi yang hanya memberikan keadilan pada pemilik kuasa, tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Bahkan dapat menjadi alat menekan yang lemah.

Marak Impor Sampah, Bukti Negara Lemah

Indonesia diperkirakan menerima sedikitnya 300 kontainer yang sebagian besar menuju ke Jawa Timur setiap harinya. Hal tersebut menjadi bukti begitu lemahnya posisi Indonesia dalam politik dan ekonomi internasional sekaligus menjadi bukti lemahnya wibawa negara di hadapan para kapital (pengusaha).

Membangun Kemandirian Negara

Potensi yang dimiliki oleh Indonesia Asahan Aluminium (Persero) ( Inalum) sebagai etintas holding industri pertambangan di Indonesia, tentunya sangat diminati oleh pihak asing. Dengan diupayakannya mencari mitra strategis bagi Inalum, hal tersebut disambut baik oleh China.

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.
close