close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Tersedianya Transportasi Umum yang Nyaman Bukan Solusi Bagi Keluarga Tidak Mampu

Protes tentang kenaikan harga BBM pada pemerintah saat ini berbeda dengan pemerintah-pemerintah sebelumnya. Jika protes kenaikan BBM pada pemerintah sebelumnya fokus pada BBM bersubsidi (premium) sedangkan pada pemerintah sekarang ada kenaikan BBM non subsidi (pertalite) juga menimbulkan gejolak. Persamaannya, masyarakat tidak peduli bila yang mengalami kenaikan adalah pertamax, karena diasumsikan konsumennya adalah kaum berduit.

Seandainya premium mudah ditemukan seperti pada pemerintah-pemerintah sebelumnya maka kenaikan pertalite tidak akan dipedulikan oleh para aktivis. Saat ini premium sudah menjadi barang langka yang sulit ditemukan. Di wilayah Solo Raya tidak semua SPBU menyediakan premium, apalagi ditingkat eceran lebih susah lagi ditemukan. Sehingga konsumen premiun terpaksa pindah menjadi konsumen pertalite. Maka bisa dimaklumi ketika pertalite naik masyarakatpun menjerit.

keluarga kurang mampu sangat memperhitungkan pengeluarannya sehari-hari, selisih 100 ribu perbulan saja bisa menjadi masalah yang besar bagi mereka. Mereka sangat pandai sekali mengelola keuangan, sehingga dengan uang 100 ribu bisa digunakan untuk mencukupi lauk pauk keluarga selama seminggu.

Di era sebelum DP motor murah, bis jurusan Solo-Jogja bisa ditemui setiap 5 menit. Sekarang satu jam menunggu dipinggir jalan belum tentu bis sudah lewat. Pernah saya ngobrol sama pasien saya yang sopir angkuta, dia bilang bahwa mendapatkan penumpang sekarang susah sekali, ibaratnya penumpang lagi makanpun dia rela nungguin. Maka sangat wajar bila angkutan umum semakin terpuruk karena penumpang sudah beralih naik kendaraan pribadi meskipun untuk mendapatkannya harus dengan kredit.

Masyarakat kurang mampu sekarang lebih memilih naik sepeda motor daripada naik angkutan umum. Bukan karena angkutan umum tidak nyaman, bagi mereka kenyamanan masih menjadi hal nomor kesekian, tapi karena bagi mereka naik motor bisa lebih irit dan praktis.

Irit, sebab motor bisa dinaikin 1-5 orang (ayah,ibu, anak paling besar dicepit ditengah, anak nomor dua didepan sendiri, anak bayi digendong ibunya). Yang naik motor satu orang saja lebih irit dibandiingkan naik angkutan umum apalagi bila motornya mengangkut penumpang lebih banyak. Misalnya rumah saya dengan kantor berjarak sekitar 15 km, bila saya naik angkutan umum dibutuhkan biaya 14 ribu perhari, bila naik motor cukup 5 ribu perhari. Selisih 9 ribu dikalikan sebulan sudah lebih dari 100 ribu.

Praktis, karena mayoritas penduduk rumahnya jauh dari jalan raya, sewaktu saya masih SMP, setiap hari saya harus jalan kaki sejauh 1,5 km untuk sampai kejalan raya yang dilalui angkutan umum. Turunnyapun tidak didepan sekolah persis, harus jalan 0,5 km, padahal sekolah saya SMP terfavorit di kabupaten tersebut dan lokasinya ditengah kota. Sekarang jalan tersebut sudah tidak ada angkutan umum lagi karena sudah tidak laku sebab penumpangnya sudah beralih naik sepeda motor, karena lebih praktis. Berangkat dari rumah langsung bisa menuju tempat tujuan. Tempat tinggal saya di Jawa tengah dan bukan daerah pegunungan, lalu bagaimana mereka yang tinggal didaerah yang lebih pelosok lagi dan minim infrastruktur?

Jadi mau tidak mau, suka tidak suka masyarakat kurang mampu akan terimbas dengan kenaikan pertalite ini. Bagaimana dengan ide DP murah motor dihapuskan? Menurut saya yang akan terdampak dengan ide ini adalah masyarakat tidak mampu, mereka akan sangat terganggu mobilitasnya sehari-hari. Motor menjadi kendaraan mereka menuju sawah, mencari rumput dan banyak lagi kegiatan sehari-hari lainnya. Apakah mereka akan dianjurkan untuk naik sepeda onthel lagi?

Itulah mengapa pada saat mudik lebaran menjamur pemudik motor, bahkan pemerintah sampai meyediakan gerbong kereta khusus untuk motor secara gratis. Pemerintah memperhitungkan naik motor jarak jauh itu sangat beresiko, namun masyarakat kurang mampu tetap nekat karena setelah dikampung motor tersebut bisa digunakan untuk mobilisasi. Bagi masyarakat kurang mampu motor adalah kendaraan yang praktis dan ekonomis. Berbeda dengan DP murah mobil, kalau mobil konsumennya bukan masyarakat kurang mampu, bagus saja bila DP mobil jangan murah.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Endang S
Ibu rumah tangga yang dokter, bekerja di dalam dan di luar rumah. Sedang caper sama Allah melalui GMKM. Memimpikan kesetaraan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah NKRI

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...