Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Pilihan Editor Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

Pilihan Editor Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI – Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya, perintah penahanan langsung Ahmad Dhani ini sangat tidak adil jika merujuk pada kasus lain  yang berkaitan, yakni kasus Buni Yani dan Ahok.

Menurut pengakuannya, dia tak pernah mengomentari keputusan hakim sebab dia memahami bahwa hakim hanya bertanggungjawab pada diri dan Tuhan atas putusannya (kebebasan dan kekebalan hakim). Namun kali ini dia tak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar

Hal tersebut dia curahkan dalam 10 poin kulwit di akun twitter yang dimilikinya, berikut tweet lengkapnya

1. Saya tak pernah komentari keputusan Hakim. Karena saya paham Hakim hanya bertanggungjawab pada dirinya dan Tuhan atas putusannya (kebebasan & kekebalan Hakim)


Tapi kali ini, saya tak tahan untuk komentar, kenapa harus ada perintah langsung ditahan?

2. Pengadilan tingkat pertama, vonis 1,5 tahun, dan kasus ini jelas berkaitan dgn kasus lain. Yakni kasus BTP dan kasus Buni Yani, yang semua putusannya tak ada perintah penahanan langsung. Kenapa Dhani diperintah tahan? Pertimbangannya apa?

Serasa sangat tak adil.

3. Saya tak melihat adanya potensi tercederai rasa keadilan di masyarakat yang dapat timbulkan gejolak, jika Dhani tidak ditahan. Justru perintah langsung tahan ini yg menggangu rasa keadilan masyarakat.

4. Entah apa pertimbangan Hakim perintahkan penahanan langsung, ndak masuk logika keadilan saya. Apalagi ini pengadilan tingkat pertama, yang masih bisa dichallange ditingkat banding.

Apa perlunya ditahan? Apa yurisprudensinya kasus seperti ini harus perintah tahan?

Ajaib !!

5. Sebagai masyarakat, saya rasa putusan Hakim atas kasus Dhani ini betul-betul menggangu rasa keadilan. Ada apa dgn Hakim? Apa rujukannya?

Walau kita menerima kebebasan dan kekebalam Hakim dalam memutus, saya ingin @KomisiYudisial periksa kasus ini. Ada apa gerangan?

6. Dan akibat kasus ini, mau tak mau, pemerintahan pak @jokowi akan dikait-kaitkan. Walau sebenarnya kekuasaan Kehakiman tak ada kaitan dengan Pemerintah. Tapi saat rasa keadilan masyarakat terganggu, maka mata masyarakat akan tertuju ke penguasa.

7. Apalagi juga ada kasus-kasus PENEGAKAN hukum yg dirasa tidak adil. Ingat penegakan hukum itu, law enforcement adalah bagian dari domain esekutif, yang ujung tombaknya adalah kepolisian. Lihatlah contoh kasus Victor Laiskodat, kasus ancaman pembunuhan ke Fadli, dkk.

8. Rakyat hanya tahu, ada rasa keadilan yang terganggu. Apakah itu rasa keadilan yang terganggu akibat dari putusan Hakim yang dirasa tak adil, atau penegakan hukum yang tak adil, bagi rakyat simpulannya sama; PENGUASA harus mampu ciptakan rasa keadilan.

9. Sebagai yang telah alami era Orba yang tak adil, yang mana seluruh kekuasaan bahkan kehakiman dikooptasi penguasa, masyarakat banyak kehilangan keadilannya. Maka saat ini, saya juga rasakan, ada rasa keadilan yang terganggu di tengah-tengah masyakarat kita.

Ini mestinya jadi perhatian.

10. Demikian, sekedar pandangan saat merasa ada ketidakadilan dipertontonkan kekuasaan kehakiman dalam putusan atas kasus Ahmad Dhani.

Semoga ke depan, para pemimpin negeri ini mampu menghadirkan dan menjaga rasa keadilan di masyarakat.

Wassalam


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

7 KOMENTAR

  1. Kalau dibiarkan mereka semakin arogan, keputusan ini diambil oleh nasehat seorang wanita nenek lampir dalam deep state Indonesia karena bonekanya terusik , ada transaksi di pasar gelap kekuasaan, walau dani bilang ada si Anu dari partai Anu yang dekat Anu, walaupun begitu, bui tidak selamanya untuk orang jahat dan salah, masih banyak tidak paham dhani sebenarnya tidak masalah, Ratna sarumpaet sudah di bui dengan alasan Hoax yang di buat-buat, itu hanya karena nenek ini berani lantang mengkritik si Anu dan si Anu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Loading...

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Anggota TNI Mati Syahid, Bisa?

Jika keadaan dunia berlarut memburuk dan terjadi perang, siapakah yang menjadi garda terdepan bagi bangsa Indonesia kalau bukan TNI? TNI yang hebat layaknya para pahlawan kemerdekaan yang tak takut mati dengan semangat jihadnya.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.