Follow SERUJI

96,291FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

Menjadi Petani Padi Itu Penuh Tantangan

Beras merupakan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Dari kerja keras petani padilah beras tersebut bisa dibudidayakan hingga kebutuhan kita bisa terpenuhi. Tahukah anda bahwa calon nasi tersebut untuk bisa dipanen harus melalui berbagai ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu?

Petani padi memulai budidaya tanam padi dengan memilih bibit, mereka bisa membuat bibit sendiri dari gabah hasil panen sebelumnya atau bisa dengan membeli bibit padi kemasan (berupa gabah) yang tersedia di toko pertanian.

Sebelum disemaikan, gabah direndam dulu di dalam air beberapa malam untuk kemudian di semaikan di sawah yang sudah diolah dulu tanahnya. Resiko pada proses ini adalah gabah tidak tumbuh, gabah dimakan tikus atau ayam yang tidak milik penduduk dekat lokasi penyemaian bibit padi.

Proses penyemaian ini harus diperhitungkan dengan kesiapan sawah yang akan ditanami padi. Sawah siap ditanami bila sudah dialiri air dan ditraktor. Permasalahan yang kadang dihadapi petani adalah bila tukang traktornya sedang banyak order petani harus antri sehingga perhitungan bisa meleset  yang mengakibatkan bibit padi sudah terlalu tua. bibit padi yang ketuaan menyebabkan dia sudah berbuah sebelum batangnya bisa berkembang biak menjadi banyak.  Yang tentu akan sangat berpengaruh pada jumlah gabah yang diproduksi nantinya.

Masalah lain bisa juga muncul berupa saat bibit sudah masanya ditanam, petani sulit mendapatkan tukang tanam padi  sebab sedang musim tanam dimana-mana sementara jumlah tenaga tanam terbatas (biasanya ibu-ibu diatas 50 tahun). Ada juga tanam pakai mesin, tapi kelemahan mesin tanam ini adalah tidak bisa digunakan disawah yang airnya melimpah karena struktur tanahnya lembek sehingga mesin tanam padi tidak bisa bergerak dilahan seperti ini.

Setelah bibit padi ditanamkan petani harus menjaga ketersediaan air, cilakanya pada sawah tadah hujan terkadang setelah bibit ditanam tanpa diduga hujan tidak kunjung datang selama seminggu (padahal musim penghujan) sehingga jadi mengering.

Resiko lainnya pada masa ini adalah bibit padi yang baru ditanam merupakan sasaran empuk bagi keong sawah, sehingga petani harus meluangkan waktu untuk mengambil satu persatu keong tersebut atau disemprot dengan pestisida pembunuh keong. Tapi karena keong itu makhluk hidup yang berkembang biak maka bisa jadi hampir dua minggu petani harus tiap hari kerja keras mengusir hewan tersebut dari area pertaniannya. Bila sudah 2 minggu batang padi sudah mulai mengeras sehingga tahan terhadap serangan keong.

Bila proses ini telah lolos, tantangan selanjutnya adalah memberantas rumput liar. Rumput liar ini sesuatu yang niscaya ada, cara meberantasnya dengan di cabut, bisa dengan tangan, alat manual maupun mesin pencabut rumput. Bisa juga dengan pestisida rumput.

Wereng merupakan hama yang setiap saat bisa mengintai pada tanaman padi umur berapapun, bahkan sejak bibit padi masih di lahan persemaiannya. Selain wereng banyak lagi jenis hama lainnya,  tak jarang padi sudah hampir menguning tiba-tiba muncul hama yang bisa merusak tanaman.

Padi sudah hampir dipanen, buliran padi sudah mulai berisi datanglah burung yang ingin ikut memanen. Petani melakukan berbagai upaya untuk menghalaunya dengan membuat orang-orangan sawah dan juga membunyikan suara-suara halauan agar burung tidak jadi mampir ke sawahnya.

Ancaman bisa juga datang dari hujan deras apalagi jika disertai angin kencang, tanaman padi bisa ambruk. Bila ambruknya pada kondisi padi sudah masa panen maka petani masih bisa  memanen meskipun dengan biaya yang dikeluarkan untuk memanen harus lebih tinggi jika dibandingkan padi yang tidak ambruk. Namun bila ambruknya tanaman padi masih pada kondisi belum masa panen maka kerugian petani semakin besar.

Tikus merupakan musuh petani setiap saat, dia bisa merusak tanaman pada padi umur berapapun. Tikus ini mengerat batang pohon sehingga padi tidak bisa tumbuh sempurna. Bila padi sudah menua selain mengerat batang tikus juga memakan bulir padinya. Pernah kejadian seorang petani besok rencana akan memanen padi tapi nasib berkata lain, malamnya padinya dihabisin tikus sehingga dia gagal memanen.

Pada saat panen masalahpun belum tentu selesai, penebas padi yang jumlahnya terbatas menyebabkan mereka memotong padinya terkadang terlambat dari jadwal yang disepakati sehingga padi menjadi terlalu tua yang berefek bulir padi jadi rontok. Padahal penebasnya membelinya berdasarkan berat padi yang dihasilkan.

Padi sudah dipotong, sudah dimasukkan ke karung-karung gabah terkadang penebas ingkar janji tidak mengambil panenan tersebut. gabah sudah diangkut, terkadang penebas tidak segera membayar, bahkan ada yang sampai bernulan-bulan belum juga dibayar.

Itulah liku-liku hidup jadi petani padi, informasi di atas saya dengar sendiri dari para petani. Maka sungguh kasihan bila harga gabah murah. Dua tahun terakhir ini petani di wilayah sekitar tempat tinggal saya tidak bisa panen dengan hasil optimal karena selalu datang hama silih berganti. Kata mereka “Bisa pilih modal saja sudah Alhamdulillah.”  Modal yang mereka maksud disini adalah biaya yang dikeluarkan untuk menanam padi selama masa tanam (misal untuk bayar tukang traktor, beli pupuk, beli pestisida lain-lain ) tanpa memperhitungkan tenaga yang mereka keluarkan.

Menjadi petani jaman sekarang itu berat karena hama semakin beragam, anak-anak muda di wilayah saya jarang yang mau bertani. Mereka lebih suka kerja jadi buruh pabrik. Padahal wilayah saya terkenal sebagai sentra penghasil padi.

Banyak lahan-lahan pertanian dijual ke warga keturunan cina, sebab mereka biasanya yang siap dengan uang milyaran. Kemudian oleh mereka lahan pertanian dijadikan pabrik dan pribumi hanya jadi buruhnya. Kata beberapa warga diwilayah kami, dulu pada era orde baru pembelian tanah oleh warga keturunan hanya dibatasi diwilayah perkotaan. Tapi sekarang mereka bebas membeli lahan sampai ke desa-desa. Bila tidak ada perubahan peraturan, sangat mungkin kedepan kepemilikan tanah dikampung dikuasai warga keturunan dan pribumi hanya jadi penyewa.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Endang S
Ibu rumah tangga yang dokter, bekerja di dalam dan di luar rumah. Sedang caper sama Allah melalui GMKM. Memimpikan kesetaraan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah NKRI

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...