Seperti biasanya, bila saya memeriksa pasien kadang mengaliir begitu saja obrolan diluar penyakit pasien. Seperti sore itu ada kisah pilu dari pasienku yang mantan pedagang pasar.
Sebelumnya beliau adalah pedagang di pasar kota Sukoharjo, yang sekarang setelah direhab diberi nama pasar Ir Soekarno dengan nuansa warna merah. Tidak seindah wajah pasar pasca direhab, yang terjadi pada ibu ini justru kehilangan pekerjaan.
Pasalnya lapaknya jauh lebih sempit dibanding saat dulu belum direhab tak cukup menampung dagangannya berupa snack semacam chiki, taro dll makanan sejenis. Jajanan tersebut memerlukan tempat yang luas sebab beliau adalah pedagang grosir bukan eceran.
Sebenarnya ada cara agar lapaknya bisa lebih luas yaitu dengan membeli beberapa lapak lagi disebelahnya. Namun hal itu tak dilakukan karena keterbatasan dana.
Pasarnya memang tampak lebih bagus dan bersih jika dibandingkan sebelum direhab, namun ternyata jumlah lapaknya diperbanyak, dan ukuran lapak hampir sama semuanya. Pedagang seperti pasien saya tersebutlah yang dirugikan dengan kebijakan tersebut sebab ukuran lapaknya jadi kecil dan tidak mendapatkan ganti rugi.
Entah apa yang terpikir oleh para pengambil kebijakan dengan rehab pasar ini. Entah kepentingan siapa yang didahulukan untuk ditunaikan. Program rehab pasar idealnya akan membuat pedagang dan pembeli lebih nyaman sehingga akan menarik pembeli lebih banyak lagi karena pasarnya sudah tidak kumuh lagi.
Pengurangan luas lapak tanpa disosialisasikan dan dimusyawarahkan tentu merugikan pedagang yang sebelumnya memiliki lapak yang luas. Apalagi jika jenis dagangannya memang membutuhkan lapak yang luas seperti pasien saya tersebut . Sungguh ironis bila seorang pedagang pasar terpaksa kehilangan pekerjaannya pasca pasar direhab.
Mungkin kebijakan pengurangan ukuran lapak sudah menjadi hal biasa tidak hanya di pasar kota Sukoharjo. Di Klaten saya menemui hal yang sama, sepupu saya yang pedagang beras terpaksa menelan pil pahit untuk menerima lapaknya yang jadi menyempit pasca rehab pasar. Dulu melayani pembeli bisa dari dua sisi depan dan kanan sekarang hanya bisa dari arah depan sebab sisi kanan sudah jadi lapak orang lain yang notebene dulu itu bagian dari lapaknya.
#Liku2MejaPraktek
