Follow SERUJI

96,291FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

Bersikap Terhadap Perbedaan Sikap Permohonan Maaf Sukma

Puisi karya Sukmawati berjudul “Ibu Indonesia” yang  dibacakannya pada “29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018” di Jakarta pada kamis (29/3) telah memicu reaksi dari umat islam. Berbagai organisasi melaporkan hal tersebut ke kepolisian termasuk diantaranya PWNU Jatim (walaupun dikemudian hari laporan ini dicabut). Demonstrasi menuntut dipidananya Sukma juga marak diberbagai wilayah di Indonesia. Bahkan pada Jumat (6/4)  massa pendemo di Jakarta sampai melumpuhkan jalan Merdeka timur.

Rabu (4/4) di Warung Daun Jakarta Sukmawati kemudian meminta maaf seperti dikutip SERUJI “Sebelumnya karena karya sastra puisi “Ibu Indonesia” ini telah memantik kontroversi terutama di umat Islam, dari lubuk hati paling dalam saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada semua elemen bangsa Indonesia yang merasa tersinggung dengan puisi tersebut.”

Menanggapi permintaan maaf tersebut Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin menghimbau umat islam untuk memaafkan Sukmawati. Disamping itu beliau juga memberi nasehat kepada Sukmawati agar kedepan dalam mengungkapkan sesuatu walaupun karya seni berupa puisi, tetap memperhatikan norma-norma hukum, kesantunan dan kepatutan yang ada ditengah masyarakat. PBNU dan PP Muhammadiyah juga bersikap memaafkan.

Perbedaan sikap terhadap permohonan maaf Sukmawati bisa terlihat pada aksi-aksi demo yang dilaksanakan setelah Sukmawati minta maaf. Mereka menilai puisi Sukmawati telah menghina agama Islam. Ketua DPP Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif pada aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (6/4) mengatakan bahwa tidak ada urusan maaf memaafkan, menista harus ditangkap dan ditahan. Beliau juga meminta polisi untuk memroses hukum Sukmawati secara cepat sebagaimana yang dilakukan polisi terhadap para aktivis islam.

Perbedaan sikap tersebut telah tersaji dihadapan kita. Saling menghormati merupakan hal yang semestinya kita kedepankan. Jangan sampai perbedaan sikap tersebut menjadi pemicu perpecahan umat. KH Ma’ruf Amin (NU) maupun Prof Yunahar Ilyas (Muhammadiyah) merupakan dua ulama yang selama ini dikenal sangat dalam ilmu agamanya dan tidak diragukan integritas mereka dalam pembelaan terhadap musilm, maka sungguh memprihatinkan bila sikap mereka yang memaafkan Sukmawati dijadikan bahan celaan. Demikian juga sebaliknya yang sepaham dengan pendapat memaafkan jangan pula mencela mereka yang tetap menginginkan Sukmawati dibawa ke ranah hukum.

Pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa puisi Sukma ini adalah bahwa kita harus sangat berhati-hati dalam berbicara maupun berkarya, apalagi bila apa yang kita bicarakan berkaitan dengan agama.

Semoga peristiwa ini menjadikan Sukmawati menjadi muslimah yang lebih baik dari sebelumya, muslimah yang rela menjalankan perintah agama dan rela manjauhi larangan agama yang dipeluknya. Sungguh bagus sekali kata-katanya waktu diadakan mediasi dengan PWNU Jatim oleh Polda Jatim pada Rabu (18/4) bahwa dia akan sendiko dawuh kepada Kyai. Sendiko dawuh  bisa dimaknai dengan sami’na wa atho’na. Semoga kata-kata Sukmawati tersebut keluar dari lubuk hati yang tulus.

Bagi saya pribadi peristiwa ini membuat saya harus berfikir kritis untuk bisa membedakan perkataan seseorang itu sedang beropini atau sedang menista. Dan saya merasa belum begitu mampu untuk bisa membedakannya. Beruntung di Indonesia ada banyak ulama yang bisa dijadikan panutan, apabila ada perbedaan pendapat diantara mereka maka saya memilih salah satu pendapat dengan tetap menghormati pendapat yang berbeda.

Saya juga merenung dan bertanya dalam hati, apabila perkataan seseorang itu hanya sekedar beropini dan bukan bermaksud menista terhadap agama islam, bukankah ada jutaan orang yang tidak percaya dengan ajaran islam? Apakah mereka semua akan kita tuntut ke pengadilan? Bukankah Alquran mengajarkan lakum dinukum waliyadin (bagiku agamaku dan bagimu agamamu). Wallahua’lam bishowab

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Endang S
Ibu rumah tangga yang dokter, bekerja di dalam dan di luar rumah. Sedang caper sama Allah melalui GMKM. Memimpikan kesetaraan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah NKRI

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...