close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Benarkah Islam Nusantara Adalah “Baju” Baru Islam Liberal?

Bismillah.

Kembali publik ramai dengan istilah Islam Nusantara setelah kemunculannya beberapa tahun lalu dan sempat tenggelam. Namun kini kembali heboh seusai cuitan Prof. Mahfud MD pada 22 April 2017 yang mengutip berita Tribunnews yang berjudul “Mahfud MD: Dakwah Kita Meng-Indonesiakan Islam, Bukan Meng-Islamkan Indonesia”.

Kemudian disusul para selebtwit liberal seperti Ahmad Sahal, Nadirsyah Hosen yang sibuk mempromosikan Islam Nusantara dengan berbagai analogi.

Sedikit memutar waktu ke belakang, penulis sempat menulis tentang Islam Nusantara di kanal warga Seruji yang terbit pada 20 November 2017 dengan judul yang sama.

Berikut kutipannya:

Islam Nusantara hadir dengan keinginan untuk mensinkronkan (baca: mencampuradukkan) Islam dengan budaya dan kultur Indonesia. Pengusung Islam Nusantara mengajak umat untuk mengakui dan menerima berbagai budaya sekalipun budaya tersebut kufur, seperti doa bersama antaragama, pernikahan beda agama, menjaga Gereja, merayakan Imlek, Natalan dst. Mereka juga ingin menghidupkan kembali budaya-budaya kaum abangan seperti nyekar, ruwatan, sesajen, blangkonan, sedekah laut dan sedekah bumi (yang dahulu bernama nyadran). Dalam anggapan mereka, Islam di Indonesia adalah agama pendatang yang harus patuh dan tunduk terhadap budaya-budaya Nusantara. Tujuannya agar umat Islam di Indonesia terkesan ramah. Munculnya Islam Nusantara telah menimbulkan konflik, pendangkalan akidah serta menambah perpecahan di tengah-tengah umat.

Ucapan selamat berupa karangan bunga dari Pondok Pesantren Al-Qodir Tanjung Wukirsari Cangkringan Sleman atas peresmian gereja Katholik Santo Fransiskus Xaverius Cangkringan dan keikutsertaan santri pondok tersebut bermain hadroh di gereja tersebut pada acara yang sama pada tanggal 10 Juli 2015, semakin menambah bukti corak Islam Nusantara yang mereka kehendaki.

Pegiat Islam Nusantara mencoba menginterpretasi ulang agama Islam sesuai kemauan hawa nafsu dan syahwat duniawi mereka untuk diselaraskan dengan dunia modern, agar umat Islam bisa menjaga dan berpidato di gereja, dan sebaliknya para pendeta, pastor dan biksu bisa berpidato dan berkhutbah di masjid. Sebagai contoh seorang kiai NU, Gus Nuril Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Multi Agama bernama Soko Tunggaldi Semarang dan Soko Tunggal Abdurrahman Wahid di Rawamangun Jakarta Timur, memberikan ceramah agama di Gereja Bethany Tayu Pati dan beberapa gereja lainnya.

Salah satu pengamalan dan syi’ar Islam Nusantara yang paling fenomenal adalah pembacaan al-Qur’an dengan langgam jawa pada acara peringatan Isra’ Mi’raj di Istana negara, tanggal 15 Mei 2015 dan dilanjutkan “Ngaji al-Qur’an Langgam Jawa dan Pribumisasi Islam” yang digelar oleh Majlis Sholawat Gusdurian di Pendopo Hijau Yayasan LkiS di Sorowajan, Bantul, Yogjakarta Rabu 27 Mei 2015.

Tokoh-tokoh yang mempromosikan sekaligus mempopulerkan Islam Nusantara diantaranya adalah Azyumardi Azra, Ahmad Baso, Ahmad Sahal, dan Uli Abshar Abdalla. Mereka yang gencar menyebarkan ajaran Islam Nusantara tak lain adalah orang-orang yang selama ini mengaku sebagai pengusung Islam liberal. Mereka adalah orang-orang yang selama ini mendukung pernikahan sesama jenis, pernikahan beda agama, mendukung pelegalan miras, memaksa-maksa muslim mengikuti dan memberi ucapan selamat pada nonmuslim, mengusung feminisme yang tak lain justru merendahkan harkat dan martabat perempuan, membela pornografi atas dasar seni dan kebebasan, dll.

Dengan demikian, akan sangat mudah disimpulkan bahwa Islam Nusantara hanyalah sekedar ‘baju baru’ para pengusung Islam Liberal.

  • 30
    Shares
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Dyah Sujiatihttp://dyahsujiati.wordpress.com
Owner D-Jewelry. So, Lifelong learner ^_^

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...