close

Follow SERUJI

53,299FansSuka
396PengikutMengikuti
7,064PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Arogansi Hak Veto

Veto demi veto yang dilakukan Amerika Serikat, bukan menyebabkan masalah Palestina selesai, namun penjajahan Palestina oleh Israel semakin menjadi.  Penggunaan hak veto oleh Amerika Serikat memperlihatkan bahwa negara yang katanya penganut demokrasi ini semakin jauh dari slogan yang mereka dengungkan. Dengan hak vetonya Amerika Serikat memperlihatkan arogansinya. 

Sementara PBB sebagai organisasi yang didirikan guna menciptakan perdamaian dan keamanan internasional tidak mampu berbuat banyak dengan adanya hak veto ini. Persahabatan antar bangsa berdasarkan asas–asas persamaan hak, hak menentukan nasib sendiri tidak ditemukan untuk Palestina.

Anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Perancis dan Rusia adalah blok sekutu sebagai pemenang perang dunia kedua. Mereka memiliki kursi tetap di Dewan Kemanan dan sekaligus punya hak veto yang dapat  membatalkan keputusan atau resolusi di Dewan Keamanan, sekalipun disetujui oleh semua anggota lainnya.

Resolusi Dewan Keamanan membutuhkan sembilan suara mendukung dan tidak ada veto oleh salah satu anggota tetap Dewan Keaman PBB. Jika salah satu anggota tetap yang mempunyai hak veto tidak setuju, walaupun 10 anggota tidak tetap dan 4 anggota tetap menyetujuinya, maka resolusi itu tidak bisa dilaksanakan.

Pada 18 Mei yang lalu Kuwait salah satu anggota tidak tetap DK PBB mengajukan rancangan resolusi untuk mengutuk kekerasan yang dilakukan israel dan menyerukan adanya perlindungan bagi rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Namun dalam voting DK PBB yang digelar pada Jumat (1/6) waktu setempat, 10 negara anggota menyetujui resolusi tersebut, sedangkan Inggris, Polandia, Belanda dan Ethiopia abstain. Karena Amerika Serikat menggunakan hak vetonya, maka resolusi tersebut pun gagal.

Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Palestina bukan hanya sekali. Tapi sudah puluhan resolusi yang digagalkan oleh Amerika Serikat agar Israel yang menjadi anak emasnya bebas melakukan aneksasi tehadap tanah Palestina. Pada Desember lalu, Amerika Serikat juga memveto resolusi rancangan Mesir yang menyerukan pemerintahan Presiden Donald Trump agar membatalkan keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sedikitnya 116 orang Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel dalam demonstrasi di perbatasan Gaza sejak 30 Maret. Para pengunjuk rasa yang terdiri warga sipil tak bersenjata ini menuntut pengembalian para pengungsi Palestina ke kampung halamannya dan meminta diakhirinya blokade 11 tahun Israel yang diberlakukan terhadap Gaza sejak 2007.  Namun Israel membalasnya dengan menggunakan kekerasan berlebihan terhadap mereka. Pembunuhan terbanyak terjadi pada tanggal 14 Mei, ketika Amerika Serikat memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Jika ingin dunia ini damai dan PBB dapat berfungsi sesuai tujuan awal berdirinya yang tercantum dalam piagam PPB, hak veto anggota tetap perlu ditinjau ulang. Bagi pemenang perang dunia kedua, mungkin mereka punya hak sebagai anggota tetap, tapi semua anggota DK PBB harus punya hak suara yang sama baik bagi anggota tetap maupun yang tidak tetap. Dengan demikian arogansi dengan hak veto bisa dihindari.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Elfizon Amirhttps://elfizonamir.blogspot.co.id/
Direktur Eksekutif DHIBS Pasaman Barat Dokter di RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat Yarsi Sumbar Penulis Pemerhati sosial politik

YANG LAGI PRO-KONTRA

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Perbincangan Bayi Kembar dalam Kandungan

Berikut ini sebuah perbincangan fiktif yang didapat dari tulisan berbahasa Ingris yang tak diketahui sumbernya, namun menginspirasi.

Nyaba Baduy untuk Kemenangan Prabowo Sandi

Gabungan kelompok relawan PADI yang terdiri dari Macan Padi Indonesia, Pilot Keren Prabowo Sandi, Koalisi NHI 02 serta Press Body melakukan kegiatan bersama di desa adat Baduy, Sabtu (16/2).

Sedekah Nasi Jumat, Komunitas KNB Muliakan Kaum Dhuafa

Komunitas Ketimbang Ngemis Bali berbagi nasi bungkus dalam sedekah Jumat.

Koalisi NHI 02 Siap Menangkan Prabowo-Sandi

WARGASERUJI - Kamis (14/2/2019), kelompok relawan pendukung Prabowo-Sandi kembali dideklarasikan.  Kali ini Komunitas Alumni NHI dukung Prabowo Sandi atau Koalisi NHI 02 yang menyatakan...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Koalisi NHI 02 Siap Menangkan Prabowo-Sandi

WARGASERUJI - Kamis (14/2/2019), kelompok relawan pendukung Prabowo-Sandi kembali dideklarasikan.  Kali ini Komunitas Alumni NHI dukung Prabowo Sandi atau Koalisi NHI 02 yang menyatakan...

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Nyaba Baduy untuk Kemenangan Prabowo Sandi

Gabungan kelompok relawan PADI yang terdiri dari Macan Padi Indonesia, Pilot Keren Prabowo Sandi, Koalisi NHI 02 serta Press Body melakukan kegiatan bersama di desa adat Baduy, Sabtu (16/2).

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.