Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

WARGASERUJI – Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, “value” harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika kapitalis melawan negara.

Coba lihatlah sifat-sifat korporasi yang menjadi tulang punggung dunia kapitalis. Walau orang-orang yang di dalam korporasi punya attitude, sifat korporasi tetap tanpa attitude. Gasak sana gasak sini dengan “segala cara” agar menang kompetisi.

Seperti ada sekat antara orang yang bekerja dalam korporasi dengan dunia nyata. Mereka bekerja hanya demi majunya perusahaan, dengan segala bonus dan gaji menanti. Sedangkan perusahaannya “mengintimidasi” perusahaan pesaing agar bisa memonopoli pasar.

Sifat korporasi ini bisa menjadi krisis dunia bila tak dicegah. Mereka akan jadi penguasa dunia (atau sudah?). Mungkin, penghambat yang masih ada, walaupun lemah, adalah negara bangsa yang berdaulat. Negara punya kekuatan politik untuk membuat regulasi penghambat monopoli korporasi. Harusnya.

Disebut lemah, karena korporasi tak akan berhenti melawan. “Segala cara” berarti sampai mempengaruhi pemerintahan agar paling tidak mengakomodir kemauan korporasi. Sampai di mana pengaruhnya?

Lihat saja tindakan perang dagang Amerika Serikat dengan China saat ini. Negara berusaha melindungi dengan pembatasan produk dari luar negeri. Kepentingan negara sudah terikat dengan kepentingan korporasi.

Barangkali, korporasilah yang membuat suatu negara menggunakan sistem kapitalis. Namun, tidak murni kapitalis, karena memaksakan sistem itu ke negara lain sekaligus melakukan proteksi ketika diduga akan merugikan. Sama artinya, negara berperilaku seperti korporasi terhadap negara lain.

Kapitalis melawan negara dengan banyak cara. Tersering, menggunakan berbagai celah hukum dalam suatu negara. Tak ada hukum yang sempurna yang tidak bisa dicari celahnya. Tak ada hukum yang tidak bisa dimanipulasi bukti-buktinya.

Bahkan, hukum Islam pun tak akan mempan. Kapitalis itu berorientasi dunia, sedangkan hukum Islam berorientasi akhirat. Jika orang Islam takut memanipulasi bukti hukum karena akhirat, kapitalis tidak sama sekali.

Apa yang diutarakan bukan untuk mengajak pesimis. Cuma menunjukkan bahwa kemegahan dunia yang diraih negara-negara kapitalis itu menggunakan cara-cara monopolistik. Untuk sumber daya alam terbatas di bumi, memang harus ada yang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pendidikan Anak Bermula Dari Rumah

Perlu untuk disadari kalau pendidikan itu tidak harus dan tidak hanya yang berlangsung di ruang kelas atau dari lembaga pendidikan. Keluarga adalah madrasah, rumah...

Cara Mudah Redakan Sakit Gigi dengan Terapi Sujok

Sakit gigi sering datang tiba-tiba dan sangat mengganggu. Kalau posisi jauh dari fasilitas layanan kesehatan atau dalam perjalanan misalnya, sering harus menahan nyeri yang menyebabkan aktifitas terganggu. Sebenarnya ada cara mudah redakan sakit gigi dengan terapi SuJok yang bisa dilakukan sebagai langkah darurat.

Analisis Jual Makanan Lewat Pasar Daring

Makanan khas Jogja apa yang cocok dijual lewat pasar daring (online marketplace)? Apa harus terkenal? Perlu syarat tertentu?

Mengapa Quran Bukan Tulisan di Atas Kertas?

Andai Al Quran diturunkan dengan tulisan di atas kertas, pasti akan menakjubkan. Tapi, mengapa bukan? Kalau pun diturunkan dengan cara menakjubkan, apa kemudian orang-orang kafir itu beriman?
close