Follow SERUJI

94,594FansSuka
396PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
739PelangganBerlangganan

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

WARGASERUJI – Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, “value” harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika kapitalis melawan negara.

Coba lihatlah sifat-sifat korporasi yang menjadi tulang punggung dunia kapitalis. Walau orang-orang yang di dalam korporasi punya attitude, sifat korporasi tetap tanpa attitude. Gasak sana gasak sini dengan “segala cara” agar menang kompetisi.

Seperti ada sekat antara orang yang bekerja dalam korporasi dengan dunia nyata. Mereka bekerja hanya demi majunya perusahaan, dengan segala bonus dan gaji menanti. Sedangkan perusahaannya “mengintimidasi” perusahaan pesaing agar bisa memonopoli pasar.

Sifat korporasi ini bisa menjadi krisis dunia bila tak dicegah. Mereka akan jadi penguasa dunia (atau sudah?). Mungkin, penghambat yang masih ada, walaupun lemah, adalah negara bangsa yang berdaulat. Negara punya kekuatan politik untuk membuat regulasi penghambat monopoli korporasi. Harusnya.

- Advertisement -

Disebut lemah, karena korporasi tak akan berhenti melawan. “Segala cara” berarti sampai mempengaruhi pemerintahan agar paling tidak mengakomodir kemauan korporasi. Sampai di mana pengaruhnya?

Lihat saja tindakan perang dagang Amerika Serikat dengan China saat ini. Negara berusaha melindungi dengan pembatasan produk dari luar negeri. Kepentingan negara sudah terikat dengan kepentingan korporasi.

Barangkali, korporasilah yang membuat suatu negara menggunakan sistem kapitalis. Namun, tidak murni kapitalis, karena memaksakan sistem itu ke negara lain sekaligus melakukan proteksi ketika diduga akan merugikan. Sama artinya, negara berperilaku seperti korporasi terhadap negara lain.

Kapitalis melawan negara dengan banyak cara. Tersering, menggunakan berbagai celah hukum dalam suatu negara. Tak ada hukum yang sempurna yang tidak bisa dicari celahnya. Tak ada hukum yang tidak bisa dimanipulasi bukti-buktinya.

Bahkan, hukum Islam pun tak akan mempan. Kapitalis itu berorientasi dunia, sedangkan hukum Islam berorientasi akhirat. Jika orang Islam takut memanipulasi bukti hukum karena akhirat, kapitalis tidak sama sekali.

Apa yang diutarakan bukan untuk mengajak pesimis. Cuma menunjukkan bahwa kemegahan dunia yang diraih negara-negara kapitalis itu menggunakan cara-cara monopolistik. Untuk sumber daya alam terbatas di bumi, memang harus ada yang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Larangan Swafoto di Pesawat Garuda?

Beredar kabar bahwa ada surat dari pihak Garuda yang melarang para penumpang pesawat mengambil gambar foto dan video di dalam kabin pesawat.

Anda Sering Mengkonsumsi Mi Instan? Awas, Risiko Kesehatan Ini Mengintai Anda

Mi instan jadi pilihan di saat-saat mendesak. Entah karena kantong tipis, atau karena terburu-buru. Namun, mi instan sebagai makanan darurat, ada kelemahannya, yakni tidak sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

ARTIKEL TERBARU

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Program Sertifikasi Iqro’ Untuk Jaminan Kualitas

Banyak TPA (Taman Pendidikan Al Quran) menjamur di masjid-masjid, patut disyukuri keberadaannya. Artinya, gairah mempelajari Al Quran sudah muncul di mana-mana. Namun, muncul masalah kualitas karena sedikitnya sumber daya ustadz. Untuk itulah diadakan Program Sertifikasi Iqro' (PSI) sebagai cara menjaga kualitas lulusan TPA.

Takut Dosa Itu Sebagian dari Takwa

Takwa bisa dimaknai perbuatan seseorang yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Melakukan hal yang dilarang termasuk dosa, sehingga takut dosa itu sebagian dari takwa.

Ustadz Zakat dan Pebisnis UKM Milenial

Semakin besar ketimpangan ekonomi, semakin besar pula ancaman bagi sebuah negeri. Maka, berterimakasihlah kepada pejuang pemerataan, yakni ustadz zakat dan pebisnis UKM milenial.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.