Wasapada, Droplet Dapat Menyebarkan Penyakit Bahkan Kematian

Wasapada, Droplet Dapat Menyebarkan Penyakit Bahkan Kematian

Perhatikan bila anda sedang bersin atau batuk, maka akan tampak percikan air yang tersemprot dari mulut anda, itulah yang disebut droplet. Nah dalam sekali batuk seseorang bisa mengeluarkan sekitar 3000 droplet nuklei.

Droplet nuklei adalah partikel dengan diameter 5µm yang berasal dari percikan batuk yang melayang-layang di udara dan mengandung kuman pembawa penyakit (TBC, Influenza dll)

Saya pernah merawat pasien, seorang ayah yang menderita TBC. Beberapa bulan kemudian ketiga anaknya juga terdiagnosa TBC. Apakah TBC penyakit turunan kok bisa ketiga anaknya menderita penyakit yang sama?

Jawabnya Tidak. TBC bukanlah penyakit turunan tapi penyakit yang mudah menular. Menularnya melalui udara. Droplet yang mengandung kuman TBC yang disemprotkan ayahnya saat batuk dihirup oleh anak-anaknya sehingga kumannya bersarang di saluran pernafasan kemudian berkembang biak yang mengakibatkan anaknya menderita TBC. TBC bila tidak diobati bisa menyebabkan kematian.

Itulah dahsyatnya droplet, benda yang sangat kecil tapi berbahaya bahkan bisa menjadi cikal bakal matinya seseorang. Oleh karenanya di dunia medis dikenalkan istilah “Etika Batuk”, yaitu sebuah anjuran perilaku pada saat seseorang sedang bersin/batuk. Tujuannya agar droplet tidak terbang melayang-layang di udara yang berpotensi dihirup orang lain.

Begini Etika Saat Kita Batuk atau Bersin;

  1. Tutup hidung dan mulut dengan tisu, kemudian tisu dibuang di tempat sampah.

  2. Atau tutup hidung dan mulut dengan lengan atas, ingat DILARANG menutup dengan telapak tangan karena telapak tangan sering digunakan untuk aktifitas yang bersentuhan dengan benda lain atau bersalaman dengan orang lain. Sehingga droplet yang nempel di telapak tangan bisa berpindah ke benda yang disentuh.

Mudah bukan?

Etika batuk ini langkah sederhana, mudah dilaksananakan tapi manfaatnya besar dan efektif untuk mencegah penularan. Yang paling beresiko tertular adalah orang yang berada di sekitar kita, yaitu keluarga seperti yang terjadi pada pasien saya di atas.

Bukankah jika kita menularkan penyakit ke orang lain itu artinya kita merugikan orang lain? Bukankah sebaik-baik muslim itu adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Diriwayatkan dari Jabir berkata, “ Rasulullah saw bersabda; Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia” (HR Thabrani danDaruqutni). Hadist ini dishahihkan oleh al Albani dalam kitab “Ash Shohih” nya.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Teknik Tanpa Efek Samping Terapi Warna Ala Sujok

rinsip kerja Sujok adalah melakukan penanganan titik-titik di tangan dan kaki dengan pewarnaan tertentu. Untuk hasil yang lebih maksimal namun masih taraf aman atau tidak beresiko tinggi, bisa ditambah ditempelkan biji-bijian ke titik-titik yang dimaksud.
close