Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Inspiratif Motivasi Menulis Paling Manjur

Motivasi Menulis Paling Manjur

Inspiratif Motivasi Menulis Paling Manjur

Motivasi Menulis Paling Manjur

WARGASERUJI – Setiap penulis pasti punya motivasi untuk bisa menghasilkan produk tulisan. Namun, tidak semua motivasi itu bisa mendorong penulis pemula segera menghasilkan tulisan, kecuali motivasi menulis paling manjur berikut.

Menulis untuk belajar

Ketika seseorang menulis, otaknya bekerja mengolah informasi yang diterima. Saat inilah proses belajar terjadi. Mulai dari mengelompokkan hingga berusaha menyimpulkan.

Seseorang yang sedang menulis apa yang ada dalam pikiran, seperti sedang menata alur logika. Tulisannya akan dibaca berulang-ulang untuk dievaluasi dan diuji sendiri. Sampai suatu titik di mana tidak ada lagi kejanggalan, saat itulah tulisan dianggap memuaskan.

Memuaskan? Ya. Inilah kenikmatan yang diperoleh setelah proses perjuangan. Oleh karena itu, menulis dianggap cara belajar yang mengasyikkan.


Kalau tidak suka belajar, atau tidak suka berpikir, ya sudah.

Menulis sebagai ekspresi

Menyatakan kebahagiaan mudah sekali diungkapkan secara langsung kepada orang sekitar. Namun tidak saat ingin mengungkapkan kemarahan atau kesedihan, karena membuat suasana tidak nyaman bagi orang lain. Maka, menulis bisa menjadi penyalurannya.

Fungsi tulisan ekspresi, sejatinya bukan untuk dibaca orang lain. Lebih ke arah pelampiasan, sebagai catatan pribadi atau diary. Dengan menulis, seperti sedang bercakap dengan diri sendiri.

Tidak penting apakah tulisan yang dihasilkan akan bagus atau tidak, yang penting sudah ada produk tulisan yang dihasilkan, dengan proses yang dinikmati.

Menulis untuk mengenang

Setiap orang punya kenangan indah. Ada rasa bahagia ketika mengingatnya. Dengan menulis, kenangan-kenangan bisa disimpan dengan lebih nyata.

Banyak karya hasil dari seseorang yang menulis pengalamannya. Apalagi jika melewati peristiwa atau tempat unik yang menarik jika dibagikan ke orang lain.

Menulis untuk berimajinasi

Menulis bisa jadi wadah seseorang yang mengembangkan imajinasinya. Kalau di dunia nyata semua terbatas dengan kondisi yang ada, maka di dunia tulisan imajinatif tak ada batas sama sekali.

Hasil karyanya berupa cerpen, novel, atau puisi. Contoh hasil karya yang berdasarkan imajinasi penulis yaitu Harry Potter.

Itulah beberapa motivasi menulis. Mungkin ada motivasi lain, sesuai keunikan seseorang. Boleh-boleh saja, asalkan ada semangat dan kegembiraan di sana. Bukan hasilnya, namun prosesnya yang dinikmati.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Loading...

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Anggota TNI Mati Syahid, Bisa?

Jika keadaan dunia berlarut memburuk dan terjadi perang, siapakah yang menjadi garda terdepan bagi bangsa Indonesia kalau bukan TNI? TNI yang hebat layaknya para pahlawan kemerdekaan yang tak takut mati dengan semangat jihadnya.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.