Stok Darah Golongan “O” di PMI Kobar Tinggal Dua Kantong

Stok Darah Golongan “O” di PMI Kobar Tinggal Dua Kantong

Kotawaringin Barat – Kantor Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah masih membutuhkan pendonor darah. Pasalnya, kebutuhan darah di Kabupaten Kobar 300 hingga 400 kantong dari jumlah semua golongan setiap bulannya. Sementara pada hari ini, Minggu, (6/1) baru terkumpul 62 kantong plastik darah dari semua golongan.

Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) Kobar, dr. Abimanyu melalui Sub Bagian Pengambilan Darah Donor, Yudistira Candra Nugraha mengatakan jika PMI menghimbau serta mengajak kapada seluruh masyarakat Kobar untuk mendonorkan darahnya.

“Stok darah UDD PMI Kotawaringin Barat
06/01/2019
A= 22 kantong
B= 32 kantong
O= 2 kantong
AB= 6 kantong,” ujar Yudistira sembari mengirim rilis laporan via (WA) stok darah per tanggal 6 Januari 2019 di kantornya.

Untuk mengantisipasi kekurangan itu, sambung Yudistira, PMI selama ini sudah bermitra dengan perkantoran instansi, unstitusi juga perkantoran swasta yang berada di Kobar. Selian itu, UTD Kobar juga menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan untuk mendapatkan darah.

“Melalui Dinas Kesehatan, sekarang disetiap Puskesmas sudah ada program donor darah. Jadi kami merasa sangat terbantu,” ucapnya.

Dalam penjelasnnya, kebutuhan golongan darah di Kabupaten Kobar yang paling banyak dibutuhkan itu dengan urutan golongan pertama A, B, O dan AB. Maka dengan kondisi ini, kembali,  Yudistira mengajak kepada seluruh masyarakat Kobar agar ikut mendonorkan darahnya mengingat kebutuhan darah di Kobar cukup tinggi.

“PMI ini baru ada di Pangkalan Bun, Sampit dan Palangkaraya. Untuk wilayah Kabupaten Seruyan, Lamandau dan Sukamara belum ada,” katanya.

Disamping menjelaskan pelayanan PMI Kobar selama 24 jam bagi yang membutuhkan darah, dan jam 7 pagi hingga pukul 21.00 WIB bagi pendonor darah. Ia juga menjelaskan syarat bagi pendonor darah meliputi :

1. Sehat Jasmani dan Rohani.
2. Usia 17 – 60 Tahun.
3. Berat badan min 50 kg.
4. Suhu tubuh 36,5 dc – 37,5 dc.
5. Tekanan darah 110/70 – 140/90.
6. HB : 12,5 g/dl – 17,0 g/dl.
7. Jarak donor minimal 3 bulan.
8. Tujuh hari setelah menstruasi berakhir (pr).
9. Tidak mengkonsumsi obat-obatan selama 3 hari sebelum donor (Kecuali: Vitamin dan Pil KB)
10. Tidak menerima vaksin jenis apapun selama 6 bulan sebelum donor.

Usai menjelaskan persyaratannya, Yudistira menyinggung soal waktu donor darah pagi hingga malam hari dengan dalih demi kesehatan tubuh pendonor itu sendiri.

“Alasannya tubuh pendonor juga butuh istirahat, agar kondisi tubuh benar-benar sehat,” tandasnya.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close