Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Siswa SD di Jawa Tengah ini Hasilkan Buku Antologi Ber-ISBN

Siswa SD di Jawa Tengah ini Hasilkan Buku Antologi Ber-ISBN

Kabar Siswa SD di Jawa Tengah ini Hasilkan Buku Antologi Ber-ISBN

Siswa SD di Jawa Tengah ini Hasilkan Buku Antologi Ber-ISBN

SUKEREJO, WARGASERUJI – Siswa SD di Kecamatan pinggiran Kabupaten Kendal ini tidak mau kalah dengan sekolah perkotaan. Setelah mendapatkan pelatihan Modul 1 Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation tentang budaya baca, Ibu Diannita Guru Kelas V SDN 2 Sukorejo mulai konsisten menerapkan pembiasaan membaca di kelas untuk meningkatkan motivasi siswa dalam membaca dan menambah perbendaharaan kata.

“Sebelum pelatihan budaya baca Tanoto Foundation, saya masih tidak konsisten melakukan kegiatan membaca buku. Saya masih belum mengetahui banyak manfaat dari membaca buku bacaan selain buku pelajaran. Kini, kegiatan membaca buku bacaan sudah kami laksanakan setiap hari,” kenang Bu Diannita.

Dirinya mengaku terinspirasi untuk mengajak siswa menulis buku dalam bentuk kumpulan cerita pendek atau cerpen.

Langkah yang Bu Diannita laksanakan yaitu, sebelum siswa belajar menulis cerpen, siswa dibiasakan untuk menuliskan kembali penggalan buku yang telah mereka baca pada kegiatan membaca di pagi hari. Hal ini dilakukan agar siswa memiliki perbendaharaan kata yang cukup untuk menyusun kalimat atau cerita baru. Dengan mengungkapkan kembali, siswa masih dapat menggunakan beberapa kata atau kalimat dari bacaan yang mereka baca.


Dia juga meminta siswa menuliskan kegiatan harian yang mereka lakukan. Hal ini untuk menggali dan mengenalkan siswa pada potensi menulis mereka. Setiap siswa memiliki kemampuan menulis, namun terkadang mereka tidak tahu harus memulai dari mana. Melalui kegiatan menuliskan pengalaman atau kegiatan sehari-hari, proses menulis siswa menjadi terarah.

Pada kegiatan penulisan, siswa ditugaskan menulis cerpen sesuai dengan kemampuannya. Penulisan cerpen ini tidak dibatasi jumlah kata minimal atau maksimal. Siswa dibiarkan bebas menulis yang ingin mereka tuliskan.

“Saya tidak begitu mempermasalahkan penggunaan ejaan dan tanda baca. Biarkan mereka menulis dulu. Pembenahan ejaan dan tanda baca dapat saya lakukan sendiri dengan memberikan bimbingan secara individu kepada siswa. Hal ini saya lakukan untuk menghindari rasa frustasi atau siswa akan menyerah ketika karya mereka masih banyak kekurangan,” jelas perempuan yang punya hobi menulis ini.

Seperti ketika dia menulis, dia tulis dulu apa yang ingin ditulis. Benar dan salahnya tulisan akan dibenahi setelah semua ide tersalurkan. Dalam penulisan cerpen ini, siswa menuliskan ide dasar mereka di sekolah. Untuk penyelesaian naskah mereka bisa lakukan dimanapun, baik saat istirahat atau waktu senggang lain. “Saya tetap memantau dengan menanyakan perkembangan tulisan mereka. Unsur pembelajaran aktif MIKiR dari pelatihan  PINTAR saya terapkan juga dalam proses ini,” kata Bu Dian.

Mengalami muncul ketika siswa menulis ide dasar sampai pada menulis cerpen utuh. Interaksi dilakukan ketika memberikan bimbingan penulisan. Komunikasi dilakukan ketika mereka membacakan cerpen karya mereka di depan kelas. Sedangkan Refleksi muncul dalam setiap proses penulisan sampai menghasilkan karya cerpen.

Hasil dari proses ini adalah cerpen yang beraneka tema dan gaya penulisan yang berbeda. Untuk sampai pada proses penerbitan, karya siswa tidak langsung bisa dicetak. Ibu Dian membantu menyunting karya mereka. Selanjutnya di tawarkan kepada penerbit. Setelah proses editing selesai, pihak penerbit mengajukan ISBN buku. Buku ini di cetak berISBN karena akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi siswa karena buku karya mereka telah terdaftar di perpustakaan nasional.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.