Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Bekali Dosen Muda Keterampilan Abad 21

SEMARANG, WARGASERUJI – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bekerjasama dengan Tanoto Foundation melalui program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) melakukan kegiatan sharing capacity: pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah berbekal kompetensi abad 21 untuk dosen LPTK Mitra program PINTAR Tanoto Foundation di Hotel Puri Garden, 20-22 Maret 2019

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dari unsur dosen melakukan sharing knowledge untuk mengembangkan kapasitas terbaiknya dalam menyiapkan mahasiswa calon guru yang memiliki daya saing tinggi. Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Muhibbin M.Ag dalam pembukaan acara di Hotel Puri Garden sehari sebelumnya mengatakan bahwa dalam kesempatan ini yang ditugasi adalah para dosen-dosen muda UIN Walisongo. Dosen-dosen tersebut dinilai memiliki pandangan yang sesuai dengan generasi saat ini. Sehingga mereka akan mudah untuk mengimplementasikan materi yang dilatihkan.

“Tahun 2018, kami menerima 100 lebih dosen baru. Mereka nanti yang akan menyiapkan mahasiswa dengan berbagai kemampuan khususnya di era abad 21. Mereka harus dibekali dengan berbagai kompetensi untuk menghadapinya. Oleh karena itu, kami selalu kirim mereka untuk belajar di banyak- pelatihan seperti ini,” kata Prof Muhibbin.

Tantangan pendidikan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti UIN Walisongo memiliki tanggung jawab untuk terus menyesuaikan diri menghadapinya. Sebagai salah satu lembaga pencetak guru, UIN Walisongo memiliki peran penting untuk menyiapkan generasi yang akan datang dengan tantangan sesuai abad 21 tersebut.

“Tantangan abad 21 khususnya dalam pembelajaran dan perkuliahan ini dikenal sebagai 4C’s atau singkatan dari critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Empat keterampilan tersebut oleh pemerintah telah diidentifikasi sebagai keterampilan yang sangat dibutuhkan untuk pendidikan pada abad ke-21 (P21),” ungkap Koordinator Pelatihan Pendidikan Tinggi Program Pengembangan Inovasi Untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation, Dyah Karyati di sela acara, Jum’at (22/3).

Dalam pelatihan 3 hari tersebut, 43 dosen muda dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FSaintek) dilatih untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi tersebut. Mulai dari pelatihan pembelajaran dan diadaptasi dalam perkuliahan aktif. Kemudian mengembangkan pertanyaan tingkat tinggi dalam lembar kerja. Mendesain lingkungan perkuliahan aktif dan efektif serta mengembangkan budaya baca dilevel LPTK.

Salah satu dosen UIN Walisongo Dr Saminanto, MSc yang hadir dalam acara tersebut menyebutkan bahwa, keterampilan 4C sudah mulai diterapkan di lingkungan kampus. Bila dalam pelatihan ini semua dosen muda dibekali dengan keterampilan ini, baik secara konsep maupun implementasinya dalam perkuliahan aktif, maka mahasiswa juga akan mudah untuk mengadopsinya.

“Misalnya saya lihat dalam skenario Mengalami, Interaksi, Komunikasi maupun Refleksi (MIKIR) dari PINTAR, yang disusun oleh para dosen saat praktik mengajar. Saya lihat semua sudah mulai menerapkan konsep 4C. Mereka telah  menjabarkan kegiatan untuk mengembangkan kegiatan yang mendorong dalam berpikir kritis, berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif. Mahasiwa juga mereka dorong untuk bekerja, termasuk berkomunikasi, berkolaborasi, bekerja dalam tim. Dan yang paling penting adalah menterjemahkan kegiatan semuanya melalui cara hidup sebagai warga global sekaligus lokal,” ungkap fasilitator PINTAR dari UIN Walisongo ini.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Avra Aliviani
Penikmat pendidikan. kritis menyikapi lingkungan. menginspirasi lewat tulisan.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.