Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Dorong Siswa Mahir Berbahasa Inggris dengan Sesabu

KENDAL, WARGASERUJI – Sesabu, Sebulan Satu Buku, merupakan gerakan literasi yang Bu Zulfa Alany canangkan bersama dengan guru-guru lainnya di MTs Negeri 2 Kendal.

Bu Zulfa menceritakan bahwa Ide Sesabu berawal dari kondisi siswa zaman sekarang yang hampir hilang kebiasaan membacanya. Hal ini berimbas pada penguasaan Bahasa Asing yang kurang. Padahal, di era industry 4.0 bahasa Inggris menjadi alat komunikasi penting dalam berhubungan dengan dunia global.

Sebagai percontohan awal dilakukan di kelas 7A unggulan. Langkah-langkah yang ia laksanakan yaitu berkoordinasi dengan pihak madrasah dan komite madrasah, mensosialisasikan di kelas-kelas, menghimbau siswa untuk meminjam buku berbahasa Inggris ke perpustakaan sekolah atau daerah dan/atau memiliki buku sendiri.

Bak peribahasa ‘gayung bersambut’, sosialisasi diawal bulan belum sampai seminggu sudah terlihat respon positif dari siswa. Mereka sudah membawa buku-buku berbahasa Inggris baik fiksi maupun non fiksi saat jam tambahan siang. Setelah para siswa menegaskan bahwa mereka siap menyukseskan gerakan ini, barulah guru cantik ini memberitahukan prosedur pelaksanaannya.

“Saya terinspirasi dari video-video dan materi pelatihan program pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation tentang penguatan literasi dan budaya baca, apalagi siswa sudah terbiasa dengan membaca 15 menit diawal pembelajaran. Saya yakin program ini akan sukses dan membawa banyak perubahan,” ungkap Bu Zulfa.

Kelebihan lain dari gerakan ini yaitu, Sesabu dibawa ke rumah dengan pantauan orangtua dan guru, sehingga semua pihak bisa bersinergi.

Setelah program dilaksanakan. Guru mulai memantau perkembangan penguasaan siswa pada buku yang dipegangnya. Di mulai dari penguasaan kosa kata. Pemantauan yang dilakukan dengan jalan mengajak siswa membuat kamus kecil yang berisi kosakata dari buku berbahasa Inggris yang dipegangnya. Kamus kecil ini dibuat sedemikian rupa mendekati kamus sebenarnya, diberi penyekat kecil yang digunakan sebagai pembatas tiap pergantian huruf.

Selain itu, dalam buku khusus yang berlabel Literasi Sesabu siswa juga menuliskan struktur Bahasa dan fungsi sosial teks. Analisis dari siswa juga meliputi struktur kalimat, terjemahan dari buku yang mereka pegang, bahkan analisis pesan moral atau pun manfaat membaca buku tersebut. Pemantauan ini dilaksanakan seminggu sekali setiap jam tambahan di kelas 7A.

Target yang terakhir yaitu siswa mampu mengungkapkan isi buku dengan menggunakan kalimat mereka. Dengan bantuan wali murid, bersama-sama membimbing dan mengarahkan untuk menjadi seorang penulis yang menghasilkan karya yang baik.

Menjelang satu bulan, beberapa siswa sudah mulai menyelesaikan tugas dan siap melanjutkan membaca buku lainnya. Pada akhir batas kesepakataan, siswa mempresentasikan hasil literasinya dalam pembelajaran. Hasilnya cukup signifikan meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris, kemampuan literasi dan pemahaman pada buku.

Kepala MTs Negeri 2 Kendal Drs. H. Junaedi, M.Pd mendukung program ini.

“Secara bertahap akan di galakkan implementasinya di madrasah,” ungkapnya.

Siswa kelas 7A, Muhammad Muwaffiq juga sangat antusias untuk melaksanakan program Sesabu ini.

“Kami jadi berpengalaman membaca banyak buku berbahasa Inggris. Kami jadi tertantang menguasai Bahasa Inggris,” kata Muwafaq setelah mempresentasikan buku yang telah dibacanya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Avra Aliviani
Penikmat pendidikan. kritis menyikapi lingkungan. menginspirasi lewat tulisan.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.