Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Facebook Hapus Tiga Miliar Akun Palsu dalam Enam Bulan

Facebook Hapus Tiga Miliar Akun Palsu dalam Enam Bulan

Kabar Facebook Hapus Tiga Miliar Akun Palsu dalam Enam Bulan

Facebook Hapus Tiga Miliar Akun Palsu dalam Enam Bulan

WARGASERUJI – Zuckerberg menghabiskan waktu di Prancis minggu lalu, membahas peraturan dengan Presiden Emmanuel Macron. Facebook telah menerbitkan “enforcement report” terbaru, yang merinci berapa banyak pos dan akun yang ditindak antara Oktober 2018 dan Maret 2019. Termasuk kebijakan Facebook hapus tiga miliar akun palsu.

Selama enam bulan itu, Facebook menghapus lebih dari tiga miliar akun palsu, lebih banyak dari sebelumnya. Juga menghapus tujuh juta “ujaran kebencian” yang menjadi rekor tertinggi selama ini.

Pertama kali terjadi, Facebook juga melaporkan postingan yang dikembalikan lagi setelah dihapus, sesudah ada protes dan kemudian diperiksa.

Terkait isu jaringan, Zuckerberg menepis anggapan akan memecah Facebook, seperti yang ia sampaikan kepada wartawan pada Kamis. Ia menyatakan telah mendanai sistem keamanan yang sangat besar, melebihi seluruh pendapatan Twitter tahun ini.

Akun palsu


Facebook menyebutkan kenaikan jumlah akun palsu karena ada yang menggunakan robot untuk menciptakan banyak sekali akun-akun buatan. Namun, mereka mengklaim bisa mengisolir dan menghapusnya dalam hitungan menit sebelum berdampak pada kerusakan sistem.

Jejaring sosial sekarang juga akan melaporkan berapa pos yang dihapus karena menjual barang berbahaya seperti obat-obatan dan senjata.

Dikatakan pihaknya mengambil tindakan terhadap lebih dari satu juta pos yang menjual senjata dalam periode enam bulan yang dicakup oleh laporan tersebut.

Untuk beberapa jenis konten, seperti pornografi anak, kekerasan dan propaganda teroris, dilaporkan seberapa sering konten tersebut dilihat oleh orang-orang Facebook.

Dalam laporan tersebut, bahwa setiap 10.000 konten terdapat:

  • sekitar 14 ketelanjangan
  • 25 kali konten atau gambar kekerasan
  • kurang dari tiga pandangan gambar pelecehan anak atau propaganda teroris

Secara keseluruhan, sekitar 5% dari pengguna aktif bulanan di Facebook adalah akun palsu.

Banding

Untuk pertama kalinya, laporan mengungkapkan bahwa antara Januari dan Maret 2019 lebih dari satu juta banding dilakukan setelah posting dihapus karena “ucapan kebencian”.

Sekitar 150.000 pos yang ditemukan tidak melanggar kebijakan ujaran kebencian dipulihkan selama periode itu.

Facebook mengatakan laporan itu memfokuskan “area di mana kita bisa lebih terbuka untuk membangun lebih banyak akuntabilitas dan responsif terhadap orang-orang yang menggunakan platform kami”.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Loading...

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Anggota TNI Mati Syahid, Bisa?

Jika keadaan dunia berlarut memburuk dan terjadi perang, siapakah yang menjadi garda terdepan bagi bangsa Indonesia kalau bukan TNI? TNI yang hebat layaknya para pahlawan kemerdekaan yang tak takut mati dengan semangat jihadnya.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.