Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Penantang Rasulullah dari Para Pokoh Negeri

Penantang Rasulullah dari Para Pokoh Negeri

Kabar Penantang Rasulullah dari Para Pokoh Negeri

Penantang Rasulullah dari Para Pokoh Negeri

WARGASERUJI – Para tokoh punya kedudukan tinggi di negeri. Kedudukan inilah yang menjadi barometer penilaian mereka. Maka, tak heran selalu menempati posisi sebagai penantang Rasulullah.

Ketika para tokoh bertanya kepada Rasulullah, pasti tentang kedudukannya, yaitu apa yang dimilikinya, apa yang diketahuinya, atau apa kemampuannya. Disebut tokoh hanyalah sebagai perumpamaan, karena merekalah penguasa negeri dan menjadi pembesar di atas rakyat kecil.

Apa yang dibawa Rasulullah jauh dari alat ukur mereka. Seorang utusan Allah tidak punya kewenangan apapun. Rasul hanya mengikuti wahyu. Rasul tak mengetahui yang ghaib bila tidak diberitahu. Rasul tak punya perbendaharaan langit dan bumi. Rasul juga tak punya kekuatan seperti malaikat.

Rasulullah hanya membawa argumen yang benar. Tanda-tanda kekuasaan Allah sudah terpampang jelas di langit dan di bumi. Hanya orang yang buta hatinya saja yang tidak mengakuinya.


Ketika para tokoh ini mencoba berdebat dengan Rasulullah, datanglah rakyat jelata menyela karena hendak mendengarkan ucapan Rasulullah. Para tokoh tersinggung dan berkeinginan mengusir rakyat jelata. Namun, Allah melarang Rasul mengikuti kemauan para tokoh ini.

Allah memperingatkan, bahwa Rasulullah tidak dibebani tanggungjawab atas para tokoh itu. Para tokoh juga tidak punya wewenang mengusir rakyat jelata yang hendak meminta petunjuk Rasulullah. Mengusir rakyat yang sedang mengejar ridha Allah adalah termasuk perbuatan yang zalim.

Allah menguji manusia dengan kedudukan yang dimilikinya, sehingga ketika Allah melebihkan orang-orang kecil, akan membuka keburukan hati para tokoh. Para tokoh itu menyangkal kalau orang-orang kecil yang mendapat keutamaan dan anugerah dari Allah.

Maka, Rasulullah diperintah menyambut orang-orang kecil yang beriman dengan ayat-ayat Allah, dengan ucapan keselamatan. Memberitahukan mereka bahwa Allah telah menetapkan pada diriNya kasih sayang, sehingga akan mengampuni dan menerima tobat orang-orang yang mengadakan perbaikan.

Dan telah berlalu para rasul Allah, selalu diikuti oleh manusia-manusia lemah dan teraniaya. Sendangkan para pembesar negeri bersikap angkuh. Mereka memandang hina para rasul dan pengikutnya. Mereka selalu menempatkan diri di baris depan sebagai penantang Rasulullah.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Loading...

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Anggota TNI Mati Syahid, Bisa?

Jika keadaan dunia berlarut memburuk dan terjadi perang, siapakah yang menjadi garda terdepan bagi bangsa Indonesia kalau bukan TNI? TNI yang hebat layaknya para pahlawan kemerdekaan yang tak takut mati dengan semangat jihadnya.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.