SCROLL KE ATAS UNTUK MEMBACA

Menikmati Indahnya Tebing Breksi

Menikmati Indahnya Tebing Breksi

Siang itu kami diajak ke tempat wisata yang baru dikembangkan di Jogjakarta.  Menurut Uvi sopir yang memandu kami selama di Jojgakarta, ada dua lokasi yang cukup bagus dan inspiratif.  Namanya Tebing Breksi dan Hutan Pinus.  Kami hanya ikut kemana dibawa pemandu, yang penting hari libur yang kami jalani tidak ada yang terlewatkan sia-sia.

Jalan yang kami lalui mendaki cukup tajam.  Namun karena lebar dan aspalnya bagus membuat kami merasa nyaman.  Sepanjang perjalanan terasa nyaman sambil menikmati pemandangan yang indah.  Dari kejauhan terlihat kota Jojakarta membentang dengan latar belakan gunung merapi.  Cuaca yang cerah ikut membantu memberikan kesan yang sangat unik.

Saat sampai di Tebing Breksi tidak terlihat adanya sesuatu yang aneh.  Hanya ada seonggok tebing yang terdiri dari batu karang.  Namun pada saat keluar dari mobil setelah parkir, aku merasa takjub dengan penataan lokasi dan pengunjung yang berjubel.  Lapangan parkir yang luas dan terdiri dari dua tingkat ini penuh dengan mobil pengunjung.  Semua mobil pribadi yang bagus sebagai pertanda yang datang menikmati kawasan wisata ini adalah mereka yang berduit.

Untuk sampai ke kaki tebing, kita harus menaiki beberapa anak tangga.  Setelah sampai di tangga teratas kita saksikan tempat kuliner yang tersusun rapi.  Berbagai jenis makanan dan minuman tersedia dan kita tinggal pilih serta pesan makanan yang disukai.  Harga yang dibandrol juga tidak mahal.  Bagi yang ingin makan atau minum disediakan tempat dibawah payung dengan muatan 4 – 5 orang.

Karena perut belum lapar kami memilih untuk mendekati kaki tebing.  Di sana banyak pengunjung berselfi ria.  Tidak terkecuali anak muda dan para orang tua yang menemani anaknya.  Di kaki bukit ini ada tangga dengan lebar tiga meter untuk naik ke puncak.  Walau tangganya lebar, namun terasa sempit karena banyaknya pengunjung yang ingin menyaksikan pemandangan dari atas.

Perlahan kami naiki tangga sampai ke puncak.  Hanya kurang lebih 43 anak tangga kita sudah sampai di atas.  Dari puncak bukit ini kita bisa saksikan lebih jelas kota Jogjakarta.  Tidak ada bukit ataupun pepohonan yang menghalangi.  Juga tidak ada kaki lima yang sering mengganggu pandangan kita ditempat wisata.  Pengelola lokasi menyediakan beberapa tempat untuk berfoto.  Kita bisa memilih latar belakang yang akan diambil. 

Semua terlihat bagus dan cantik.  Dari puncak juga trelihat jelas deretang bangunan penjual kuliner dan payung-payung cantik tempat berlindung menikmati makanan dan minuman yang disukai. Di puncak bukit ini semua pengunjung bebas berekspresi untuk mengambil foto sebagai kenangan bahwa pernah mengunjungi Tebing Breksi.

Setelah puas menikmatai dan mengabadikan keindahan alam dari puncak Tebing Breksi, kami turun menuju tempat penjual jananan.  Rasa haus dan lapar sudah mulai menyerang.  Beragam menu tertulis di selembar kertas sekalian dengan harganya.  Karena hari sudah siang dan perut lapar, kami memilih makanan yang padat dan mengenyangkan.  Nasi goreng dan nasi soto yang menjadi pilihan kami. 

Walau dengan rasa yang sedikit berbeda dengan nasi goreng dan soto yang biasa kami makan, namun rasa lapar menghilangkan semua perbedaan tersebut.  Semua menu yang dipesan ludes tanpa sisa.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Artikel Lain

TERPOPULER