Balik Nasib Ala Tottenham dan Liverpool

Balik Nasib Ala Tottenham dan Liverpool

WARGASERUJI – Luar biasa. Diprediksi sulit lolos ke final, karena di leg pertama kalah tanpa memasukkan satu gol pun, namun bisa membalik keadaan. Apalagi Liverpool yang sudah ketinggalan 0-3, lawan Barcelona yang punya nama besar. Seperti mustahil kalau harus membalas minimal 4-0. Bisa jadi anekdot dengan judul balik nasib ala Tottenham dan Liverpool.

Pelatih Liverpool sendiri tak percaya apa yang terjadi. Anak asuhnya bermain secara luar biasa. Sampai-sampai speechless, tak bisa berbicara banyak saat diwawancara. Entah bagaimana perasaan para pemain dan pendukungnya.

Barangkali, apa yang dirasakan pemain Liverpool itu seperti sudah juara saja. Bagaimana tidak, ketika “kemustahilan” berhasil didobrak.

Begitulah, dalam sebuah permainan bernama sepak bola, bisa saja ada hikmah dibalik peristiwa. Walau kesempatan setipis apapun, bukan berarti tidak ada. Tak boleh berhenti sedikitpun dalam perjuangan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering ditemui halangan seperti itu. Jika dihadapi dengan putus asa atau kemalasan, halangan menjadi seperti tembok yang tak pernah bisa dilewati. Namun, jika dihadapi dengan kepasrahan nasib, seperti bersikap “underdog”, namun melepaskan beban mental agar bisa melakukan hal yang optimal, tembok besar laksana arena panjat tebing yang mengasyikkan.

Entah apapun hasilnya, selalu berusaha menikmati prosesnya. Puas jika memang meraih hasil sempurna, namun jika tidak mencapai target pun tetap berbangga sudah berusaha semaksimal tenaga.

Di lain pihak, Barcelona seperti kehilangan daya. Beginilah kondisi ketika sudah merasa berjaya, namun lupa lawan sedang dalam posisi optimal. Pada momen yang menentukan, malah bingung melakukan tindakan yang tepat. Mental turun, mood menjadi buruk, kinerja anjlok.

Liverpool dan Tottenham akan berhadapan di final liga Eropa piala Champions, setelah tiga tahun berturut-turut sebelumnya didominasi oleh Real Madrid sebagai juara. Apa yang sudah dilakukan kedua kesebelasan asal Inggris ini memang fenomenal. Sekarang, keduanya menuju puncak untuk menikmatai hasilnya, setelah berhasil membalikkan keadaan. Juara atau runner-up sama saja, sebagai torehan hasil maksimal usahanya.

Semoga menjadi pelajaran, tidak hanya untuk klub-klub di Indonesia, juga untuk kehidupan keseharian yang penuh lika-liku kehidupan.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Cara Mudah Redakan Sakit Gigi dengan Terapi Sujok

Sakit gigi sering datang tiba-tiba dan sangat mengganggu. Kalau posisi jauh dari fasilitas layanan kesehatan atau dalam perjalanan misalnya, sering harus menahan nyeri yang menyebabkan aktifitas terganggu. Sebenarnya ada cara mudah redakan sakit gigi dengan terapi SuJok yang bisa dilakukan sebagai langkah darurat.

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

Neymar Oziel, Bocah 2.5 Tahun Lihai Bermain Bola

Kotawaringin Barat - Pepatah mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kalimat itu akan lebih tepat disematkan pada bocah umur 2.5 tahun dengan nama...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...
close