SCROLL KE ATAS UNTUK MEMBACA

73 Tahun, Indonesia Makin Bertumbuh

73 Tahun, Indonesia Makin Bertumbuh

Oleh: Siti Anisah, S.Si
Statistisi Ahli Pertama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sendiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” -IR. SOEKARNO-

Kemerdekaan sebuah bangsa sejatinya haruslah menjadi gerbang menuju kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya tidak terkecuali dalam hal ini Bangsa Indonesia. Pastinya para pendiri bangsa ini berharap Indonesia menjadi negara yang lebih baik dari segala aspek kehidupan rakyatnya termasuk dalam hal keunggulan sumber daya manusia Indonesia yang  tidak hanya lebih unggul dalam hal jumlah dibandingkan bangsa-bangsa lain.

Tepat 17 Agustus 2018 Indonesia merdeka yang ke 73. Kita semua terus berupaya agar makna hari kemerdekaan ini berarti kita sudah terbebas dari segalam macam bentuk aspek penjajahan. Sehingga euphoria hari kemerdekaan ini kita jadikan momentum untuk memperbaiki kualitas segenap bangsa. Sehingga tahu demi tahun bangsa ini terus bertumbuh kea rah yag lebih baik.

Ada tiga aspek yang menarik untuk kita cermati tentang Indonesia yang terus bertumbuh ini. yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) serta kualitas Pembangunan Infrastuktur. Tiga aspek ini menjadi parameter secara umum bertumbuhnya Indonesia yang perlu kita cermati.

KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA

Merujuk pada perhitungan standar negara-negara di dunia dalam menghitung kesejahteraan sebuah bangsa, maka tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhannya perlukita analisa lebih dalam. Pertumbuhan IPM merupakan salah satu indikator berhasil atau tidaknya sebuah bangsa berdaulat dalam memajukan kesejahteraan rakyatnya. IPM juga menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Berdasarkan data Publikasi Indeks Pembangunan manusia Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010-2017 rata-rata kenaikan nilai IPM  Indonesia adalah sebesar 0,61 poin tiap tahunnya. Peningkatan terendah sebesar 0,56 point yaitu dari tahun 2010 ke 2011 dan peningkatan tertinggi terjadi dari tahun 2015 ke 2016 dan tahun 2016 ke tahun 2017 yaitu sama-sama sebesar 0,63 poin. Pada tahun 2017 nilai IPM sebesar 70,81, angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,90% dibandingkan tahun 2016. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2016 status pembangunan manusia Indonesia meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. Peningkatan ini memberikan arti bahwa terjadi perbaikan tingkat kesehatan, pendidikan dan kelayakan hidup masyarakat yang signifikan.

Kalau kita bedah lebih dalam faktor terbentuknya IPM, maka kita akan mendapatkan dimensi Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Standar Hidup Layak.Pendapatan Per Kapita Per Tahun yang disesuaikan.

Dimensi Angka Harapan Hidup (AHH)

AHH merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan penduduk. Pada tahun 2017 nilai AHH saat lahir sebesar 70,61. Artinya, dapat diperkirakan bayi yang lahir pada 2017 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 70,61 tahun atau lebih lama 0,16 tahun jika dlbandingkan dengan harapan hidup bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Peningkatan umur harapan hidup menunjukkan adanya perbaikan tingkat kesehatan masyarakat. Selama periode 2010 hingga 2017, Indonesia telah berhasil meningkatkan umur harapan hidup saat lahir sebesar 1,25 tahun atau tumbuh sebesar 0,25 persen per tahun dari 69,81 tahun pada tahun 2010. AHH di suatu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya tergantung dari kualitas hidup yang mampu dicapai oleh penduduk.

Dimensi Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS)

Demikian juga untuk nilai RLS yang sebesar 8,10. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8-10 tahun, lebih lama 0,15 tahun dibandingkan dengan rata-rata tahun sebelumnya. Dalam arti lain, pada 2017 penduduk Indonesia secara rata-rata baru mencapai tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) kelas IX.

Kenyataan ini dapat terlihat dari data ketenagakerjaan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) BPS yang menyatakan bahwa hingga Agustus 2017, penyerapan tenaga kerja RI masih didominasi oleh penduduk bekerja yang berpendidikan rendah, dari SMP ke bawah.

Sedangkan untuk nilai HLS adalah sebesar 12,85. Hal ini berarti bahwa anak-anak yang pada 2017 berusia tujuh tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,85 tahun (Diploma l), lebih lama 0,13 tahun dibandingkan dengan anak yang berumur sama pada 2016.

Selama periode 2010 hingga 2017, harapan lama sekolah di Indonesia telah meningkat sebesar 1,56 tahun atau tumbuh sebesar 1,87 persen per tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah meningkat 0,64 tahun atau tumbuh 1,18 persen per tahun. Hal ini menunjukkan makin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia.

 

IPM 2017
IPM 2017

Pendapatan Per Kapita Per Tahun yang Disesuaikan (PPP)

Standar hidup layak dipresentasikan oleh pendapatan per kapita per tahun yang disesuaikan. Pada tahun 2017, nilai pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp 10,66 juta per tahun. Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, pengeluaran per kapita masyarakat meningkat sebesar 1,76 persen per tahun.

PEMANFATAN SUMBER DAYA ALAM

Selain Kualitas Sumber Daya Manusia, pemanfatan Sumber Daya Alam tidak kalah penting dalam proses pembangunan. Dimana Sumber Daya Alam harus dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa seperti yang tertuang dalam Undang Undang Dasar1945. Hal ini merupakan inti dari mengisi kemerdekaan.

Keberhasilan pemanfaatanan Sumber Daya Alam untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa bisa dilihat dari beberapa aspek. Salah satunya terlihat dari stabilnya kondisi ekonomi. Kita perlu berbahagia bahwa berdasarkan data BPS tentang Publikasi Produk Domestik Bruto (PDB), menurut Lapangan Usaha tahun 2016 dimana dari tahun 2010 sampai 2016 trendnya meningkat. PDB Tahun 2010 sebesar 6,9 ribu triliun rupiah dan Tahun 2016 sebesar 9,4 ribu triliun rupiah. Kenaikan tertinggi terjadi dari tahun 2012 ke Tahun 2013 dengan besar kenaikan PDB senilai 5 ribu triliun rupiah.

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Selaras dengan kualitas Sumber Daya Manusia dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang terus membaik, Indonesia telah berhasil meningkatkan posisi daya saing yang cukup menggembirakan. Salah satu faktor pendukung peningkatan daya saing Indonesia adalah  pembangunan infrastruktur yang nilainya terus membaik. Hal ini bisa terlihat dari skor Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur meningkat dari tahun 2009-2010 Indonesia berada di rangking 96 menjadi peringkat 52 di tahun 2017-2018.

Bahkan menurut World Economic Forum (WEF), global competitiveness index Indonesia terus membaik. Peringkat 54 di tahun 2009-2010 lalu peringkat 38 tahun 2013-2014 dan sekarang peringkat 36 tahun 2017-2018.

Pemaparan diatas hanya sekelumit pembahasan yang mungkin tidak bisa memberikan gambaran secara utuh. Namun kita harus hadirkan optimisme dalam diri tentang harapan para pendiri bangsa ini saat merebut dan memploklamirkan kemerdekaan Indonesia agar bangsa ini terus bertumbuh ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu Indonesia yang terus bertumbuh ke arah yang lebih baik  harus menjadi tujuan kita bersama seluruh elemen bangsa dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Artikel Lain

TERPOPULER