WARGASERUJI – Sejak Nabi Muhammad diutus menjadi rasul, sudah tidak ada lagi generasi yang diazab seperti beberapa generasi masa lampau. Zaman azab sudah lewat.
Azab yang dulu pernah ditimpakan, menjadi pelajaran bahwa sangat mudah bagi Allah memusnahkan suatu generasi dan diganti dengan generasi yang lain.
وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْ بَعْدِكُمْ مَا يَشَاءُ كَمَا أَنْشَأَكُمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ
Dan Tuhanmu Mahakaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kalian dan mengganti kalian dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kalian (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kalian dari keturunan orang-orang lain. (QS Al An’am:133)
Zaman sekarang bukan zaman azab, melaikan zaman informasi. Semua yang datang dari rasul bisa dilacak kebenarannya. Tidak ada lagi ancaman azab. Yang ada, ancaman siksa akhirat.
إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَآتٍ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti datang, dan kalian sekali-kali tidak sanggup menolaknya. (QS Al An’am:134)
Peringatan yang disampaikan kepada manusia adalah dalam bentuk “taruhan”. Nanti hasilnya dilihat di akhirat.
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Katakanlah, “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuan kalian, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kalian akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.” (QS Al An’am:135)
