Masyarakat banyak yang sudah faham bahwa polio penyebab kelumpuhan, tapi banyak yang belum paham bahwa Rubella penyebab buta dan tuli. Rubella yang menginfeksi ibu hamil beresiko menimbulkan CRS (Congenital Rubella Syndrom) atau SRK (Sindroma Rubella Kongenital) pada bayi yang dilahirkan yang tandanya berupa buta, tuli, kebocoran jantung serta microcephal.
Berdasarkan data dari WHO paling tidak terdapat 236 ribu kasus CRS terjadi setiap tahun di negara berkembang dan meningkat 10 kali lipat saat terjadi epidemi. Berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit pada tahun 2013 di Indonesia diperkirakan terdapat 2.767 kasus CRS. Sedangkan perhitungan modelling di Jawa timur diperkirakan 700 bayi terlahir dengan CRS.
Jika infeksi rubella terjadi pada bulan pertama kehamilan, resiko terkena CRS sebesar 43 persen. Meningkat menjadi 51 persen jika infeksi terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan. Risiko menurun menjadi 23 persen jika infeksi terjadi setelah 3 bulan pertama kehamilan.
Dan sangat jarang ditemukan jika infeksi terjadi di atas usia kehamilan 5 bulan.Selain CRS, resiko lain bila infeksi rubella terjadi pada saat kehamilan adalah keguguran.
Dibutuhkan banyak biaya besar untuk perawatan anak dengan CRS, operasi untuk mengatasi ketulian dan kebutaanya dibutuhkan biaya sebesar 395 juta. Belum lagi biaya rehabilitasi yang juga tidak sedikit.
Rubella belum ditemukan obatnya. Cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan imunisasi. Sebelum ditemukan vaksin rubela, pada 1962-1965 terdapat pandemi rubela global. Di AS terdapat 12,5 juta kasus dengan gejala radang otak sebanyak 2.000 kasus, 11.250 keguguran, 2.100 kematian bayi baru lahir, dan 20.000 kasus dengan CRS. Setelah era vaksinasi, selama tahun 2005-2011 hanya ditemukan 4 kasus di AS.
Rubela di negara maju saat ini tidak lagi merupakan masalah kesehatan karena cakupan imunisasinya sudah luas. Negara berkembang perlu mencontoh kesuksesan tersebut. Diperlukan kerjasama antara seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh agama agar progam imunisasi bisa sukses.
