WARGASERUJI – Secara garis besar, manusia diberi petunjuk untuk menempuh jalan hidupnya. Berikut ini lima sikap Rasul kepada kaum musyrikin yang perlu dicontoh oleh umatnya.
Sikap Pertama, Mengikuti Wahyu
Islam berarti agama penyerahan diri. Islam bukan agama sekehendak hati dan hawa nafsu manusia. Oleh karena itu, Islam agama satu-satunya yang murni mengikuti kata wahyu.
Adapun agama Ahli Kitab saat ini, sudah mencampuradukkan wahyu dengan kata-kata manusia yang penuh nafsu. Sebagian disembunyikan, sebagian diputarbalikkan.
Sikap Kedua, Berpaling Dari Orang-orang Musyrik
Prinsip tauhid berlawanan dengan prinsip syirik. Oleh karena itu, tidak akan pernah pemahaman orang musyrik seiring dan sejalan dengan orang Islam.
Maka, argumentasi tentang tuhan dari orang-orang musyrik harus diabaikan. Bahkan, berpaling dari sesembahan mereka adalah perkara utama.
ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ
Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Sikap Ketiga, Sadari Bahwa Keberadaan Orang Musyrik Atas Kehendak-Nya
Rasulullah punya hati yang sangat baik, bahkan sebaik-baik ciptaan. Sifat kasih sayang melebihi siapapun. Sifat ini terbawa sehingga merasa kasihan terhadap orang-orang yang tak juga mendapatkan petunjuk.
Allah memberitahukan bahwa bisa saja seluruh manusia diciptakan dalam keadaan beriman kepada-Nya. Namun, Allah berkehendak tidak demikian.
Sikap Keempat, Sadari Bahwa Rasul Tidak Ditugasi Sebagai Pemelihara
Selain itu, Rasulullah tidak dibebani tanggungjawab untuk menjadikan semua manusia mendapatkan petunjuk. Rasul bukan pemelihara. Allah yang punya kedudukan sebagai pemelihara segalanya.
Tugas Rasul hanyalah menyampaikan. Lepas sudah tanggungjawab ketika sudah menyampaikan berita dan peringatan.
وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكُوا۟ ۗ وَمَا جَعَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperkutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.
Sikap Kelima, Menjauhi Memaki Sesembahan Orang Musyrik
Adapun bagaimana bersikap kepada kaum musyrik, biarkan mereka. Tak perlu mengusik keyakinan mereka. Karena jika mengusik mereka dan tuhan-tuhan mereka, mereka akan balas dengan balasan yang berlebihan.
Mereka bukan orang yang berpengetahuan. Mereka akan balas mencaci Allah saat sesembahan mereka dicaci.
عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
Dan janganlah kalian memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
