Jebakan Soal Pilihan Ganda

Jebakan Soal Pilihan Ganda

WARGASERUJI – Soal dengan jenis pilihan ganda (multiple choice) disebut sebagai salah satu soal obyektif. Sebabnya, jawaban tidak dipengaruhi subyektifitas korektornya. Karena sifat obyektifitas inilah maka soal jenis ini dipilih untuk keperluan seleksi atau ujian. Namun, kurang cocok untuk pembelajaran karena mengandung jebakan soal.

Jika dibuat oleh penulis soal yang terlatih, soal pilihan ganda yang baik dan berkualitas bisa menjadi alat penilaian yang sangat efektif. Namun, jika penulis soal tidak terlatih, soal bisa mengarah subyektif.

Biasanya, soal pilihan ganda menjadi pilihan karena bisa untuk menilai banyak peserta (massal) secara otomatis, seperti menggunakan lembar jawab komputer yang kemudian dipindai dengan alat tertentu. Sekarang bahkan menggunakan komputer yang terhubung jaringan, sehingga tidak perlu menggunakan kertas (paperless).

Sederet kelebihan tersebut mungkin menjebak para guru untuk menggunakannya dalam pembelajaran. Padahal, soal pilihan ganda hanya menguji pengetahuan tingkat rendah. Jika sering digunakan, siswa tidak terpicu untuk berfikir pada tingkat tinggi (high order thinking).

Ditambah lagi bila si pembuat soal tidak memahami pendidikan. Bisa-bisa siswa diarahkan pada pengetahuan yang sempit sesuai subyektifitas si pembuat soal.

Jebakan lain, soal pilihan ganda yang digunakan dalam pembelajaran bisa membentuk alur pikiran “saklek”, atau absolutisme. Sesuatu yang sudah dinyatakan benar, maka benar selamanya. Tidak ada pilihan selain yang disediakan. Padahal, semua hal pasti terkait dengan konteks tertentu, sehingga bernilai relatif.

Pikiran saklek inilah yang paling menghambat kreatifitas. Padahal, masa depan selalu berubah dalam ketidakpastian, sehingga setiap orang harus bisa beradaptasi dengan cepat atas berbagai kemungkinan.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...
close