WARGASERUJI –Â Mau belajar menulis artikel deskriptif dengan menyenangkan? Mau cari cara asyik menulis artikel deskriptif? Tak perlu risau caranya, berikut hal-hal singkat yang perlu diperhatikan.
Obyek Tulisan
Pertama, pilih “sesuatu” yang bisa “digambarkan” dengan semua indera. Usahakan sangat spesifik, agar bahasan tidak melebar ke mana-mana.
Contoh, artikel tentang sebuah motor merek dan seri tertentu. Bisa pula tentang tempat, peristiwa atau lainnya, yang penting spesifik. Sebutlah “sesuatu” itu dengan istilah “obyek tulisan” deskriptif.
Alasan Ditulis
Kedua, harus ada alasan mengapa menulis. Tidak harus dalam bentuk eksplisit, cukup tunjukkan mengapa obyek tulisan itu bagus, menarik atau bermanfaat.
Alasan menulis berfungsi sebagai penyemangat bagi penulis sekaligus membuat orang tertarik membaca. Jadi, cukup penting untuk ditulis di awal.
Mulai Menggambarkan
Setelah menyampaikan hal singkat tentang obyek yang ditulis serta alasannya, maka mulailah menggambarkan obyek ke dalam tulisan.
Deskripsi itu artinya menggambarkan. Namun, tidak mesti visual, karena melibatkan semua indera.
Kalau visual, bisa digambarkan warna, bentuk, komposisi, atau lainnya. Sedangkan dari sisi auditorial bisa dijelaskan bagaimana bunyinya. Demikian juga yang lain seperti tekstur, suhu, atau suasana.
Semakin Detail Semakin Bagus
Artikel deskriptif termasuk bagus apabila pembaca benar-benar bisa menggambarkan obyek yang di tulis di kepalanya. Maka, semakin detail, gambaran akan semakin jelas.
Sisi detail inilah yang dicari pembaca. Apalagi jika obyek yang ditulis adalah sesuatu yang digemari atau sedang jadi pusat perhatian khalayak.
Jangan Lupa Disimpulkan
Setelah panjang lebar menggambarkan sesuatu, tentu pembaca ingin penegasan dari tulisan. Entah berupa keinginan mengetahui kelebihan dan kekurangan, atau terkait mana yang dipentingkan untuk diingat dan diketahui.
Kesimpulan juga menjadi penutup, agar pembaca merasa “menyelesaikan” sehingga muncul kepuasan. Bukankah membaca tulisan terpotong itu menjengkelkan?
—-
Demikianlah, beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga nantinya akan merasakan asyik menulis artikel deskriptif. Tidak sulit, bahkan menyenangkan. Urusan bagus atau tidak, jadi nomor dua dulu. Bukankah mulai menulis itu lebih baik daripada tidak sama sekali?
