Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Berbagi Ide Pengajian Anak di Bulan Ramadhan

WARGASERUJI – Masjid dan musholla selalu semarak di bulan Ramadhan. Selain terawih,  pengajian menjelang buka menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak.  Namun, pengelolaan masih di tangan relawan bukan profesional, sehingga momen penting dalam pendidikan Islam menjadi tidak maksimal. Maka, penulis mencoba berbagi pengalaman dan ide sebagai guru dalam pengelolaan pengajian anak.

Berikut ini contoh yang diusulkan ke Musholla Al Ikhlas di Mesan Baru, Mlati,  Sleman, dalam bentuk poin-poin yang bisa dijalankan secara praktis.

Pertama, setiap hari ada 1 “Kakak Ustadz Pengarah” dan beberapa “Kakak Ustadz Pendamping”.

Kedua, tiga hari pertama sebagai orientasi.

Hari pertama, Ice breaking dan perkenalan  dengan bentuk permainan besar (semua anak dan ustadz ikut).

Contoh Permainan: Bom-bom Nama

  • Anak-anak duduk dalam lingkaran besar
  • Ustadz Pengarah memulai melemparkan bola kecil ke peserta permainan, sambil menyebut nama dirinya (misal Kakak Anto) dan nama peserta yang jadi sasaran bola (misalnya adik Putri). Kata yang disebut : “Kakak  Anto Bom Putri”
  • Contoh permainan dikreasikan dan diseseuaikan dengan keadaan. Bisa diganti permainan lain.

Dilanjutkan perkenalan. Ditunjukkan siapa yang menjadi ustadz pengarah (termasuk jadwal hari apa) dan siapa yang jadi ustadz pendamping.

Hari kedua, permainan berkelompok dan pembagian regu. Putra dan putri dipisah. Masing-masing regu berisi 4-6 orang. Harus ada yang besar dan yang kecil, tidak boleh besar semua atau kecil semua. Pilih anak-anak yang dominan (mendominasi) menjadi ketua.

Hari ketiga, menjelaskan aturan main. Jam berapa harus hadir, kalau sudah hadir harus melakukan apa (misal ketua menyuruh anggotanya mengambil daftar absen, mengabsen dan dikumpulkan lagi ke ustadz pendamping).

Semua yang diminta ustadz pengarah untuk dilakukan oleh setiap kelompok akan mendapatkan poin. Contoh: bila semua anggota kelompok hadir, dapat 5. Ada yang tidak hadir, dapat 4.

Agar memudahkan, poin dalam bentuk seperti uang-uang atau koin yang bernilai 1,5,10. Poin diberikan agar disimpan sementara oleh kelompok, kemudian diserahkan kembali ke ustadz pendamping untuk dicatat.

Ketiga, pemanfaatan kelompok, seperti pendelegasian tugas dan belajar kerjasama (adab).  Contohnya sebagai berikut.

  1. Mudah mengatur, cukup panggil ketua atau salah satu anggota untuk mendengarkan instruksi Ustadz Pengarah.
  2. Bisa membuat kompetisi sehat antar kelompok
  3. Bahkan bisa memanfaatkannya sebagai pembelajaran sebaya. Contoh, semua anggota kelompok belajar gerakan wudhu, dalam masing kelompok yang besar mengajari yang kecil. Bila semua sudah bisa, dapat 5 poin. Ada satu yang tidak bisa, dapat 4. Ada lebih dari satu dapat 3.

Catatan: pasti ada dinamika. Misal, ada yang bertengkar dalam satu kelompok, dan lain-lain. Nikmati saja, dan tetap bergembira. Ajak semua santri tetap bergembira dengan menghibur mereka walau ada konflik dan segala macam. Kuatkan dengan nasehat dan kata-kata yang baik.

Keempat, poin yang dikumpulkan dalam satu bulan bisa ditukar hadiah. Bisa diumumkan saat orientasi.

Kelima, pembagian tugas. Kakak ustadz pendamping membantu kakak ustadz pengarah. Misal, yang memegang poin, yang menguji kelompok (misal apakah semua anak sudah bisa gerakan wudhu).

Keenam, kelompok tidak diubah-ubah dari awal hingga akhir. Namun, bila ada dinamika sehingga terpaksa harus tukar anggota, dicari cara yang paling adil.

Agar terlaksana dengan baik, apapun kondisinya semua dilakukan dengan kegembiraan.

Demikian poin-poin ide pengelolaan kegiatan anak di masjid atau musholla. Semoga bermanfaat.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.