close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

TGB Dan Nitizen

Saat TGB ini menjadi buah bibir para nitizen baik pendukung maupun bukan pendukung Jokowi. TGBpun sudah menjelaskan dalam sebuah video yang dibagikan banyak oleh nitizen di media sosial. TGB menyatakan bahwa kita adalah bersaudara, sebangsa dan kita bukan tengah berperang. Namun sebaliknya juga banyak yang menghujat dan menganggap TGB sebagai orang yang tidak punya pendirian dan mudah diimingi dengan kesenangan sementara dan mengabaikan perasaan ummat.

Sebelumnya TGB dipuja dan dipuji oleh nitizen karena dia seorang ulama yang tamat dari Universitas Al AzharKairo Mesir, Hafiz Al Qur’an dan fasih dalam mengutip ayat dan hadist dalam setiap ceramahnya. Kinerjanya sebagai gubernur NTB yang dua periode menambah nilai kebaikan TGB di mata ummat. Ummatpun menaruh harapan yang besar pada TGB untuk menjadi pemimpin dimasa depan.

Bagaimanapun TGB seorang manusia. Dibalik seribu kebaikan yang ada padanya, ada sedikit keburukan yang dia punya. Mungkin selama ini kekurangan TGB tertutupi dengan beribu kebaikan yang tampak dimata ummat. Ummatpun berharap akan banyak ulama-ulama seperti TGB yang dapat menjadi pemimpin bukan hanya dalam sosial keagamaan tapi juga pemimpin politik atau pemimpin negara. Harapan ummat ini sangat terlalu besar karena selama ini sudah jenuh dengan penampilan para politikus yang banyak mempermainkan ulama dan ayat-ayat Allah.

Namun ditengah euforia kekaguman terhadap TGB, muncul sebuah peristiwa yang sangat diluar dugaan. Disaat cinta dan kekaguman yang tengah membara ini TGB mengucapkan sebuah kalimat yang sangat menyinggung perasaan ummat. TGB menyatakan bahwa Suatu transformasi tidak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan,” ucap TGB saat berkunjung ke Redaksi Liputan6 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

TGB mengatakan, dukungan kepada Jokowi murni sebagai keputusan pribadi dan tanggung jawab sebagai anak bangsa. “Itu pernyataan pribadi dan tidak ada sangkut paut dengan yang lain,” tegas TGB.

Lalu apakah TGB salah dengan ucapannya? TGB tidak salah dengan ucapannya itu. Tapi TGB kurang bijak dalam mengambil sikap. TGB telah meluluh lantakkan harapan yang besar terhadapnya. Bagaikan luluh lantaknya harapan seorang murid pada guru, harapan seorang anak pada ayah dan harapan seorang rakyat pada pemimpinnya. Sebaiknya TGB tidak mengucapkan hal itu dalam situasi saat ini. Mungkin akan lebih baik TGB diam dan mengeluarkan senyum ketika dipancing untuk hal dukung mendukung.

Akibat pernyataan TGB ini muncul berbagai sumpah serapah sebagai bentuk kekesalan. Terjadi hujat dan pembulian, bahkan berbagai jejak kurang baik TGB muncul di media sosial. Kebaikan dan keunggulan TGB yang selama ini didengungkan sirna seakan tanpa bekas. Tidak lagi sebagai hafiz dan sebagai ulamanya yang disebut, tapi dia pernah poligami dan keterkaitannya dengan dugaan ada korupsi yang tengah diusut KPK. Sebaliknya dipihak lain terjadi euforia kemenangan. Prestasi TGB sebagai Gubernur NTB dua periode disebut punya peran untuk kemenangan Jokowi pada 2019.

Siapakah yang salah? Tidak ada yang salah. TGB tidak salah, tapi kurang bijak dalam bersikap. Rakyat yang sebelumnya memujanya dan kini menghujatnya juga tidak salah, tapi kurang cermat dalam menilai.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Elfizon Amirhttps://elfizonamir.blogspot.co.id/
Direktur Eksekutif DHIBS Pasaman Barat Dokter di RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat Yarsi Sumbar Penulis Pemerhati sosial politik

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...