SCROLL KE ATAS UNTUK MEMBACA

Tanggal Tua, Kantor SATPAS POLRES Sukoharjo Sepi

Tanggal Tua, Kantor SATPAS POLRES Sukoharjo Sepi

Beberapa hari yang lalu saya mengurus perpanjangan SIM di kantor SATPAS  (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) POLRES Sukoharjo , ada pemandangan yang tak biasa, suasana sepi. Saya sudah beberapa kali mengurus SIM di kantor yang sama, biasanya selalu bejubel pengunjung.

Usut punya usut ternyata menurut petugas parkirnya kalau tanggal tua memang sepi. Padahal seingatku saya seringnya mengurus SIM juga tanggal tua sebab hari ulang tahunku tanggal tua (masa habis SIM sesuai tangal lahir), tapi baru sekarang ini pengunjung sepi.

Saya datang  pukul 10.20 dan antrian baru sampai nomor 57. Kursi antrian juga sudah banyak yang kosong, yang duduk di atasnya tidak lebih dari 15 orang.

Fikiran liar saya mengembara mencari penyebab kenapa situsasi sekarang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Bisa jadi situasi ini menunjukkan bahwa warga Sukoharjo sedang mengalami penurunan pendapatan, atau pendapatannya sama atau naik sedikit tetapi tidak bisa mengimbangi harga-harga kebutuhan yang semakin melambung sehingga bila tanggal tua pencari SIM baru sangat minimal.

Banyak ibu-ibu bilang bahwa “duit saiki ra ono ajine” artinya “uang sekarang gak ada nilainya.” Ke pasar bawa uang 50 ribu tidak dapat apa-apa, hanya bisa untuk  beli sayuran dan lauk, itupun hanya dapat sedikit.

Suami saya cerita, dia pernah melihat petani makan disawah hanya sama sambel, tak ada lauk maupun sayur. “Meskipun begitu kelihatan petani itu nikmat sekali makannya,” kata suamiku. Menurutku, disinilah letak keadilan Allah, nikmat makan diberikan kepada seluruh hambanya yang bersyukur baik yang miskin maupun yang kaya tak peduli lauknya apa. Sebaliknya bila tidak bersyukur, meskipun makan dengan lauk mewah dan beraneka macam menu tetap saja masih merasa kurang enak.

Terlepas dari bagaimana rakyat beradaptasi dengan masalah perekonomiannya, adalah tugas negara untuk mensejahterakan rakyatnya dengan membuat kebijakan-kebijakan yang berimbas pada membaiknya situasi ekonomi. Top manajer negara haruslah punya kemampuan untuk memilih dan menempatatkan SDM dengan sebaik-baiknya sehingga “the right man on the right place” bisa terwujud.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Artikel Lain

TERPOPULER