close

Follow SERUJI

69,151FansSuka
396PengikutMengikuti
7,038PengikutMengikuti
661PelangganBerlangganan

Pilpres 2019: Pilih Pengendara Motor atau Penunggang Kuda?

Pemilihan Presiden atau yang disingkat Pilpres 2019, sebentar lagi. Hanya beberapa hari lagi KPU akan menetapkan secara resmi calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilih oleh 174.381.094 juta pemilih (masih bisa bertambah) yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang baru saja diumumkan KPU.

Capres yang akan berlaga, nampaknya ya itu-itu saja, karena bakal calon capresnya ya dia-dia lagi. Sama dengan Pilpres 2014, ndak berubah. Pertarungan rematch antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.

Yang berbeda dari pilpres 2019 ini dibanding pilpres 2014, cuma cawapresnya. Wakil yang nyaris ndak ada fungsinya selain sebagai “pemain pengganti” jika nanti pasangan mereka menang.

Heran juga, katanya Indonesia ini sudah merdeka 73 tahun. Penduduknya 260an juta, banyak sekali. Tokoh-tokohnya juga banyak, masa untuk memilih Presiden saja, cuma muncul dua orang, itu-itu lagi. Kayak ndak ada orang lain saja yang layak memimpin Indonesia, selain Jokowi dan Prabowo. Aneh ya.

Coba bayangkan. Betapa membosankannya nanti waktu pilpres berlangsung. Pasti kampanyenya itu-itu saja. Kelompok pendukung Jokowi mengelu-elukan sebagai pemimpin merakyat, ndeso, dengan berbagai janjinya. Sambil pasti mereka akan menyerang Prabowo dengan menuding sebagai Jendral pecatan (sekarang disebut jendral kardus juga), penculik aktivis, rumah tanggal gagal, pemarah, dan ambisius (kalau ini benar juga ya, Prabowo ini ndak bosan-bosan mencoba peruntungan di setiap perhelatan Pilpres).

Disisi pendukung Prabowo, kampanyenya pasti juga tak jauh beda dengan pilpres sebelumnya; Prabowo sebagai capres visioner (terbukti lho dengan slogan “bocor-bocor” pada pilpres 2014 lalu), nasionalis, ikhlas (kalau ini katanya ada testimoni Gus Dur) dan banyak yang baik-baik tentang Prabowo. Nah, pendukung Prabowo juga pasti bunyinya sama dengan Pilpres 2014 dalam menyerang Jokowi; ingkar janji, plonga-plongo, tidak tegas, diatur si mbok, petugas partai, dan lainnya-dan lainnya.

Membosankan pasti Pilpres 2019 nanti. Di layar TV, koran, radio, media online, dan tentunya media sosial, pasti akan dipenuhi wajah Jokowi dan Prabowo lagi. Pasti dipenuhi berita-berita saling sindir lagi. Bosannnnnnn

Tapi, walau bosan, kata om-om yang suka gue baca statusnya di facebook, Golput itu tidak baik. Kita ndak boleh golput, katanya. Kalau kita golput nanti terpilih pemimpin jelek, lagi-lagi katanya. Walau gue ndak percaya, karena bisa-bisa saja saat gue nyoblos, justru yang tercoblos adalah pemimpin jelek, dan kalau menang, artinya kan pemimpin jelek yang terpilih.

Ngarang-ngarang saja si om itu …

Walau gitu, gue bertekad, akan tetap gunakan hak pilih, walau capresnya dia lagi-dia lagi. Apalagi gue sudah menemukan hal yang berbeda dari dulu waktu Pilpres 2014.

Dulu, kita tahunya Jokowi itu sederhana, seluruh pakaiannya hanya bernilai Rp150 ribu, kata iklan di baliho-baliho di pilpres 2014. Sepatu Jokowi katanya hanya 100 ribuan, tidak pakai jam. Tapi setelah jadi Presiden, kita jadi tahu dia punya hobi wahhhhhh, yaitu menunggangi motor mahal, chopper seharga Rp140 juta. Gile, pakaiannya sih 150ribuan, tapi tunggangannya brooooo…. chopper.

Kalau Prabowo, setelah Pilpres 2014, kita baru tahu (atau cuma gue?), dia ternyata hobi nunggang kuda. Kudanya mahal-mahal njirrr. Satu kuda Prabowo, katanya, berharga Rp3 miliaran perbiji, njirrr. Satu ekor kuda Prabowo, bisa beli chopper Jokowi sebanyak 20 biji bro…. padahal Prabowo punya 3 kuda seharga Rp3 miliaran itu. Belum kuda-kuda lainnya. Takjir melintir capres satu ini.

Nah, berdasar itu, gue mau nentuin, siapa yang nanti gue mau pilih di Pilpres 2019. Pilih Jokowi sebagai penunggang Chopper, yang keren abis, kayak hobi gue naik motor butut gue kemana-mana.

Atau pilih Prabowo sebagai penunggang kuda. Bukan kuda sembarang kuda, tapi kuda yang gue kerja sampai mati aja, belum tentu bisa gue beli. Kalau milih Prabowo, kayaknya keren, punya Presiden tajir melintir, kudanya aja 3 miliaran, pasti ndak bakal korupsi. Iya kan?

 

  • 210
    Shares
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Anto
Pencari berita disepanjang jalanan.

YANG LAGI PRO-KONTRA

103 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Erwin Arnada Bagi Tips Membuat Film Berkelas, Akber Bali 84 Diserbu Millenial

BADUNG, WARGASERUJI –  Komunitas Akademi Berbagi (Akber) Bali kembali mengadakan kelas berbagi ilmu gratis tanpa berbayar untuk masyarakat di Bali. Kelas Akademi Berbagi Bali...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Perkuat Pembelajaran Aktif di Kampus, Tanoto Foundation Latih Dosen UNJA dan UIN STS Jambi

JAMBI, WARGASERUJI – Setelah melatih lebih dari 1.145 pendidik SD/MI dan SMP/MTs, Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi),...

Umat Butuh Sistem Yang Sehat

WARGASERUJI - Menjadi hal asing bagi umat muslim, pristiwa yang terjadi pada 3 Maret 1924M. Sebuah tragedi besar yang membalik penuh tatanan hidup umat Islam....

Komunitas Alumni NHI 02 Resmi Dikukuhkan oleh BPN

Melalui SK yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Satgas BPN, Toto Utomo Budi Santoso kepada Ketua Umumnya Hidayat Hasan, Komunitas Alumni NHI 02 resmi menjadi bagian dari Satgas BPN Prabowo Sandi.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Pertanggungjawaban Jokowi-JK terhadap Janji-janji Kampanye 2014

Janji-janji pada saat kampanye Capres dan Cawapres pasti ada. Sejak Pilpres Langsung yang telah kita laksanakan sebanyak 3 kali, yang paling kita ingat adalah...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...