Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

WARGASERUJI – Forum Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) Sumatera Utara baru-baru ini menggelar Mudzakaroh Ulama di Amaliun Convention Hall Medan,  dalam rangka menanggapi kebijakan pemerintah yang ikut serta membawa Indonesia ke dalam proyek One Belt One Road (OBOR).

Setelah ditandatangani 23 kesepakatan kerjasama antara pemerintah China dan Indonesia di berbagai sektor usaha, menandai dimulainya proyek One Belt One Road (OBOR) di Indonesia. Penandatanganan kesepakatan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam acara Forum Bisnis Indonesia-China, Jum’at (26/4).

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Forum Ulama menolak kebijakan tersebut tidak hanya datang dari Sumatera Utara, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jabodetabek. Munculnya suara keras ulama di berbagai tempat untuk menolak proyek tersebut sebagai salah satu modus penjajahan. Merupakan angin segar bagi kebangkitan umat di tengah upaya sekularisasi yang menimpa para ulama dan pendangkalan pemikiran umat oleh penguasa kapitalis.

Disampaikan oleh ustaz Kusnady Arrazi dalam Multaqo Ulama di Sumut, bahwa ulama tidak boleh berdiam diri apabila melihat bahaya di depan mata, “Kita tidak boleh berdiam diri melihat upaya orang-orang kafir untuk menguasai kaum muslimin dan wajib dalam syariat Islam untuk menghilangkan sekecil apapun bahaya itu.”

Para Tokoh Ulama di berbagai daerah juga menyampaikan pendapat atas keberbahayaan dilaksanakannya proyek OBOR China dan diakhiri dengan pernyataan sikap penolakan. Berisi penolakan atas kolonialisasi China baik secara teritorial maupun ekonomi, penyebaran ideologi sosisalisme komunis, upaya membangkrutkan negara-negara oleh penjajah China. OBOR China merupakan bentuk penjajahan baru yang harus segera dipadamkan dengan penerapan Syariah Islam secara kaffah.

Ulama sudah seharusnya berada di garda terdepan perjuangan menolak penjajahan dan memahamkan umat tentang pentingnya membangun sistem negara yang menegakkan ideologi Islam.

Oleh : Rindyanti Septiana S.Hi

(Pegiat Literasi Islam & Jurnalis Muslimah Medan)

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengapa Quran Bukan Tulisan di Atas Kertas?

Andai Al Quran diturunkan dengan tulisan di atas kertas, pasti akan menakjubkan. Tapi, mengapa bukan? Kalau pun diturunkan dengan cara menakjubkan, apa kemudian orang-orang kafir itu beriman?

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.
close