close

Follow SERUJI

53,299FansSuka
396PengikutMengikuti
7,064PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Lunturnya Musyawarah Di Dunia Politik Indonesia

Musyawarah sebuah kata berasal dari kata bahasa Arab ‘Syawara’ yang artinya berunding, urun rembuk atau mengatakan dan mengajukan sesuatu.  Musyawarah adalah suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati guna mengambil keputusan bersama untuk penyelesaian atau pemecahan masalah yang menyangkut urusan keduniawian.  Musyawarah mufakat menjadi sistem dalam budaya Pancasila yang dilaksanakan mulai dari lingkungan keluarga.

Musyawarah dalam adat budaya tradisi bangsa Indonesia juga berkaitan dengan dunia politik. Bahkan tidak dapat dipisahkan.  Sehingga para pendiri bangsa ini dalam menetapkan konsensus   bernegara menjadikan musyawarah sebagai dasar ke empat yakni Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijakan dalam pemusyawaratan perwakilan.  Prinsipnya musyawarah dan perwakilan adalah bagian dari demokrasi Indonesia.  Penentuan hasil dilakukan dengan cara musyawarah mufakat dan jika terjadi kebuntuan yang berkepanjangan barulah dilakukan pemungutan suara.

Sebagai sebuah karakteristik masyarakat Indonesia, musyawarah sekarang telah mulai hilang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Saat ini dalam perpolitikan di Indonesia lebih mengedepankan suara terbanyak.   Sebuah keputusan bukan lagi bersandar pada musyawarah sebagai norma dan adat yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.  Tapi keputusan didasarkan pada suara terbanyak atau voting walau jauh melenceng dari norma yang selama ini dijaga. 

Voting yang diawalnya menjadi sebuah metode atau proses dalam demokrasi di Indonesia, dimana pada  musyawarah tidak menemukan titik temu, sekarang sudah menjadi sebuah kebiasaan dengan alasan keterbatasan waktu.  Budaya musyarawah untuk mufakat dalam bernegara dan berbangsa makin luntur.  Padahal, pola ini yang dikembangkan oleh para pendiri dan pendahulu ketika merintis Republik Indonesia.

Akibat voting, substansi fundamental dari suatu masalah bisa terabaikan.  Apalagi jika voting itu tidak jernih untuk memilih opsi, tapi hanya untuk kepentingan sesaat.  Dengan politik uang semuanya bisa berubah.  Nilai luhur budaya Indonesia berobah jadi liberal yang mengabaikan norma yang berakar di masyarakat.

Pengambilan keputusan dengan musyawarah merupakan cara yang lebih tepat karena lebih memungkinkan mencapai titik temu dalam berbagai persoalan.  Bisa jadi waktu yang ditempuh akan lebih lama, namun ruang yang tersedia untuk mendengarkan pandangan pihak lain akan menjadi proses yang baik untuk menemukan pilihan terbaik.

Perlu kembali diambil langkah untuk menumbuhkan musyawarah sebagai nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila sebagaimana pendiri bangsa ini telah merumuskannya.  MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang menjadi perwujudan rakyat punya kewenangan untuk membentuk GBHN dengan cara musyawarah.  Dengan berpedoman pada GBHN inilah presiden sebagai mandataris MPR yang dipilih secara musyawarah berjalan membangun bangsa.  GBHN dapat mejadi perisai atau benteng dalam kehidupan bernegara  karena presiden dalam arah geraknya selalu dikawal oleh rakyat.

Dengan demikian Pancasila kembali menjadi alat pemersatu dan alat ketahanan negara.   Nilai nilai musyawarah dan mufakat yang mengedepankan norma dan etika budaya bangsa dapat tumbuh sebagai warisan luhur untuk generasi berikutnya.  Dan pancasila bisa menjadi  benteng pertahanan yang kuat dari derasnya serangan informasi global.  ( Elfizon Amir)

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Elfizon Amirhttps://elfizonamir.blogspot.co.id/
Direktur Eksekutif DHIBS Pasaman Barat Dokter di RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat Yarsi Sumbar Penulis Pemerhati sosial politik

YANG LAGI PRO-KONTRA

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Perbincangan Bayi Kembar dalam Kandungan

Berikut ini sebuah perbincangan fiktif yang didapat dari tulisan berbahasa Ingris yang tak diketahui sumbernya, namun menginspirasi.

Nyaba Baduy untuk Kemenangan Prabowo Sandi

Gabungan kelompok relawan PADI yang terdiri dari Macan Padi Indonesia, Pilot Keren Prabowo Sandi, Koalisi NHI 02 serta Press Body melakukan kegiatan bersama di desa adat Baduy, Sabtu (16/2).

Sedekah Nasi Jumat, Komunitas KNB Muliakan Kaum Dhuafa

Komunitas Ketimbang Ngemis Bali berbagi nasi bungkus dalam sedekah Jumat.

Koalisi NHI 02 Siap Menangkan Prabowo-Sandi

WARGASERUJI - Kamis (14/2/2019), kelompok relawan pendukung Prabowo-Sandi kembali dideklarasikan.  Kali ini Komunitas Alumni NHI dukung Prabowo Sandi atau Koalisi NHI 02 yang menyatakan...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Koalisi NHI 02 Siap Menangkan Prabowo-Sandi

WARGASERUJI - Kamis (14/2/2019), kelompok relawan pendukung Prabowo-Sandi kembali dideklarasikan.  Kali ini Komunitas Alumni NHI dukung Prabowo Sandi atau Koalisi NHI 02 yang menyatakan...

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Nyaba Baduy untuk Kemenangan Prabowo Sandi

Gabungan kelompok relawan PADI yang terdiri dari Macan Padi Indonesia, Pilot Keren Prabowo Sandi, Koalisi NHI 02 serta Press Body melakukan kegiatan bersama di desa adat Baduy, Sabtu (16/2).

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.