Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Infrastruktur Jokowi Ternyata Kalah Dengan Mulusnya Jalan Perusahaan Sawit

Pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya tidak main-main dalam menggenjot pembangunan dalam sektor infrastruktur diseluruh pelosok tanah air. Alasan utama pembangunan tersebut adalah agar laju pertumbuhan ekonomi rakyat semakin meningkat, baik jangka pendek, menengah maupun panjang.

Pembangunan infrastruktur memang sangat dibutuhkan khususnya di daerah-daerah terpencil diseluruh pelosok Indonesia. Jika dilihat dari sebelumnya, kondisi infrastruktur memang masih jauh ketinggalan. Bahkan menurut kacamata “Word Bank dan Global Mckinsey”  pembangunan infrastruktur di Indonesia masih dianggap buruk hanya tumbuh 38 persen dibanding negara-negara lain yang sudah mencapai kisaran 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menilik pada judul diatas dan menengok kondisi yang ada, penulis mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada perbedaan kedua gambar diatas tersebut. Dua gambar yang mempunyai kesamaan dan pembangunan yang sama yaitu sama-sama menggunkan tanah liat (ratrit). Namun hasil yang didapat justru membuat mata terbelalak menyaksikannya, bagaikan melihat batu di hamparan dan bubur tercecer di jalanan.

Seperti pada gambar pertama, jalan yang berada disalah satu perusahaan kebun kelapa sawit yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)  Kalimantan Tengah. Meski dengan pembangunan dengan anggaran dan alat seadanya serta menggunakan timbunan tanah liat (ratrit), hasilnya sangatlah apik dan tahan banting dalam segala cuaca.

Mereka seakan-akan sudah jagonya baik dari segi teknis, pilihan material, maupun perawatannya. Hal itu bisa dilihat hilir mudiknya truk-truk fuso dengan berat muatan hingga berpuluh-puluh ton tapi tak bergeming, kondisi jalan tetap mulus seperti jalan tol.

Berbanding jalan negara, jika kita melihat dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah berpuluh-puluh milyar. Namun setiap kali musim hujan, jalan yang semula mulus, bim salabim seketika itu juga berubah menjadi bubur dan berlubang seperti jurang.

Memang, kondisi tersebut disebabkan banyak hal, mulai dari alasan cuaca yang dianggap tidak bersahabat, muatan mobil terlalu berat dan sebagainya. Meski demikian, ternyata banyak juga dari masyarakat yang berpendapat bahwa hal itu disebabkan soal teknis, jenis tanah timbunan, pengerjaan, serta kurangnya pengawasan.

Pada gambar kedua, jalan penghubung antara Kota Pangkalan Bun menuju Kota Kecamatan Kotawaringin Lama. Kondisi jalan trans Kalimantan tersebut  tidak hanya dirasakan oleh masyarakat satu dua kali musim saja, namun sudah terjadi bermusim-musim dan bertahun-tahun.

Heh..!! Alih-alih pembangunan infrastruktur yang katanya bertujuan meningkatkan ekonomi rakyat, tapi nyatanya menyengsarakan masyarakat.
Lantas, apa arti pembangunan yang didengang-dengungkan pemerintah selama ini, jika segudang anggaran nyatanya tidak lagi mampu membuat perubahan yang berarti.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...