Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Inikah Hasil Pendidikan..? Siswa Bisa Pilokan, Tawuran dan Bacokan

Kamis (3/5) dimana pengumuman  hasil kelulusan siswa-siswi SMK atau sederajat dianggap hari yang paling bersejarah dan bahagia. Hari itu, seakan-akan sudah bisa menjawab nasib para generasi muda dalam menentukan hidupnya.

Naas, hari yang sebenarnya menjadi langkah awal dalam menapak kehidupan justru disalahgunakan dan diisi dengan tindakan yang arogan oleh sejumlah siswa. Ironisnya, bagi sebagian guru pendidik justru tidak memperdulikan peristiwa memalukan tersebut yang terjadi berulang-ulang setiap tahunnya.

Di Kabupaten Pati, setidaknya ada tiga titik kerusuhan oleh sejumlah siswa dalam rangka menyambut pesta kelulusan. Kecamatan Gabus, Batangan bahkan Pati Kota sendiri sebagai ajang tawuran.

Dalam pantauan penulis, pukul 5 sore, masih ada sejumlah gerombolan siswa berbaju warna-warni dengan pilok kebut-kebutan di jalan lingkar Pati. Meski pihak aparat sudah mengamankan di sejumlah titik rawan, namun hal itu seakan tidak membuat mereka jera.

Melihat peristiwa ini, apa peran guru dalam memberikan bimbingan pada peserta didik selama ini. Pendidikan dan pelajaran macam apa yang selama bapak ibu guru berikan.

Aneh, ketika persoalan puluhan tahun ini makin menjadi-jadi, disisi lain ada semacam pembiaran atas aksi-aksi yang justru sama sekali tidak mencerminkan anak tersebut pernah mengenyam dunia pendidikan.
Lantas, apa fungsi guru dan Dinas Pendidikan selama ini, pernahkah mereka membicarakan kabar kesedihan itu selama ini. Ataukah mereka hanya disibukkan dengan persoalan manisnya gaji yang sangat tinggi, tanpa memperdulikan apa hasil kerjanya selama ini.

Ahmada Fathoni (19) siswa asal Gabus Pati Jawa Tengah, terpaksa harus dilarikan ke RSUD dr. Soewondo Pati karena terkena sabetan benda tajam. Tangan dan kepalanya luka parah terkena bacok hingga tak sadarkan diri.

Masihkan para pendidik tidak peduli dan masa bodoh dalam menyikapi semua itu. Bukankah dalam pendidikan, moral siswa itu jauh lebih berharga ketimbang hanya sekedar bisa berhitung satu ditambah satu sama dengan dua.

Mengapa para pendidik terkesan belum menemukan komposisi mengatasi persoalan tersebut. Padahal banyak celah, misalkan saat pengumuman, siswa dan orang tuanya diundang serta mengadakan suatu acara yang bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Cara diatas, menurut penulis itu sederhana namun akan membawa manfaat yang luar biasa. Isilah acara kelulusan dengan rasa syukur, rasa memiliki tanggung jawab serta penguatan terhadap siswa menghadapi tantangan kehidupan selanjutnya.

Katanya SDM para pendidik itu sudah mumpuni dengan gelar seabrek. Jangankan gelar cuma S-1,  S-18 pun jika seorang pendidik tidak mau berpikir kreatif dalam upaya mencetak putra putri bangsa yang bermartabat, pada akhirnya semua itu akan sia-sia belaka.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...