Kali ini saya ingin bercerita tentang seorang lelaki yang berumur di atas 75 tahun, orang kampung, kerut-kerut wajahnya sudah sangat nyata, tidak kaya bahkan bisa dibilang miskin (namun entahlah kalau versi BPS). Bila datang ke tempat praktek saya seringnya naik sepeda.
Pendengarannya juga sudah jauh berkurang, bahkan seringkali tidak nyambung antara jawaban dan pertanyaan yang kuajukan. Mirip ngobrol dengan bolot komedian deh hehe. Sering juga saya kalau komunikasi dengannya memakai bahasa isyarat.
Bicaranya sudah mulai terbata-bata. Beliau dan almarhum istrinya adalah pasien setiaku, sehingga apapun gangguan kesehatan yang menimpanya amak akulah dokter pertama yang didatanginya.
Suatu hari dia datang dengan keluhan di kemaluannya, saya menyimpulkan bahwa tersebut hanyalah penyakit kulit biasa bukan penyakit menular seksual. Tapi dia malah bertanya,
“Apakah ini karena habis saya “pakai” ya dok?”
Mendengar itu saya agak tersentak sebab saya tahu bahwa istrinya baru beberapa bulan meninggal.
“loh bukannya istri kakek sudah meninggal?” tanyaku meyakinkan
“Iya,” jawabnya
“sama orang kampung bla bla bla…dia kerjaannya “jualan badan” makanya saya takut terkena penyakit,” lanjutnya
Saya hanya bisa tersenyum kecut, tertahan keinginan untuk bicara banyak menasehati sebab butuh kesabaran dan energi ekstra untuk komunikasi dengannya akibat pendengaran dia yang sudah banyak berkurang hehe.
Beberapa minggu kemudian kakek itu datang lagi
“Dok saya kok lemah gitu ya?”
“lemah gimana maksudnya?”
Setelah beberapa lama anamnesa saya menyimpulkan dia mengalami gejala impotensi
“Saya pengen biar nggak lemah lagi dok,” pintanya
“Kan istri kakek sudah tiada, kenapa repot?” tanyaku
“Kadang ada yang ngajak,” jawabnya ringan tanpa rasa berdosa
“Di sini tidak tersedia obatnya,” ungkapku. Saya pun tidak memberikan petunjuk selanjutnya agar keluhannya berkurang
Mungkin Allah sangat sayang sama kakek tersebut, sebab baru sekali berbuat zina langsung ditimpakan sakit pada kemaluannya, dan tak lama kemudian di “anugerahi” impotensi. Mungkin ini cara Allah agar dia bertaubat setelah sekian lama sudah membuktikan kesetiaan pada istrinya. Mungkin ini cara Allah untuk meringankan langkah dia menuju taubat.
Wallahua’lam bi showab
Tapi sebagai wanita biasa saya juga pengen teriak…”Dasar lelaki…!!!”
Dan sampai saat ini teriakan ini hanya terdengar di hati
#Liku2MejaPraktek
