Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Bagaimana Hubungan Pertumbuhan Ekonomi Nasional dengan TKA Tiongkok ?

WARGASERUJI – Berbagai media seperti video youtube, berita televisi, berita di media online dan media cetak seperti contoh batam pos yang saya dapat dari Facebook ini mengatakan bahwa TKA dari Republik Rakyat Cina/Tiongkok (RRC/RRT) masuk ke Indonesia tiap hari.

Masuknya TKA tiongkok dari berbagai pintu masuk Bandara yang ada di berbagai kota sudah menjadi kekhawatiran masyarakat. Bukan hanya soal semakin kecilnya harapan lapangan pekerjaan karena diambil alih oleh TKA  tiongkok, tapi juga sektor Pertahanan dan Keamanan Nasional juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Kenapa warga tiongkok mencari kerja ke Indonesia? Apakah di negaranya tidak ada pekerjaan?

Padahal pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 2 digit. Entah apa maksudnya 2 digit.

Pemerintahan Jokowi dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% saja kalang kabut, koq malah warga asing tiongkok bisa bekerja di Indonesia secara besar-besaran?

Ini sangat aneh sekali. Ajaib namun nyata. Kira-kira bagaimana menganalisanya dari sisi Ilmu Ekonomi?

Apakah banyaknya TKA tiongkok ini karena adanya Investasi dari RRT, lalu investor tiongkok itu membawa sendiri tenaga kerjanya?

Koq bisa?

Bukankah seharusnya Investasi itu bisa menyerap tenaga kerja lokal dengan maksimal? Dan secara langsung investasi itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan meningkatnya pendapatan masyarakat tempatan, selain juga tentu yang utama adalah adanya pemasukan pajak ke negara.

Lalu kenapa tenaga kerja masyarakat lokal tidak bisa maksimal diterima bekerja oleh investor tiongkok?

Alasan Pemerintah Jokowi (dari berbagai media), tenaga kerja lokal kurang skill. Persoalan kurang skill ini sungguh menyakitkan. Memangnya skill seperti apa yg dibutuhkan? Skill dewa kah? Apakah mengaduk semen dan pasir saja kita harus import tenaga kerja?

Jika alasannya etos kerja kurang baik, mungkin juga, tidak salah dan masih bisa diterima. Tapi sebenarnya Etos kerja itu sendiri bisa dibentuk dari kedisiplinan pihak perusahaan menerapkan aturan internalnya dan tentu saja lewat ketatnya seleksi dalam perekrutan tenaga kerja dengan menghindari nepotisme. Sesungguhnya alasan apapun sehingga tenaga kerja lokal tidak dapat bekerja secara mayoritas, tidak bisa kita (rakyat indonesia) terima .

Lalu masalah sebenarnya APA?

Analisa saya, Pemerintah Jokowi lemah dalam negosiasi investasi dengan negara asing, khususnya kepada RRT. Entah apa istimewanya RRT di mata Pemerintah Jokowi.

Seharusnya pemerintah dalam membuat kerjasama dengan Investor asing bisa menerapkan aturan dengan menekankan kewajiban merekrut tenaga kerja lokal. Tapi hal ini sepertinya tidak dilakukan.

Alasan kenapa pemerintah jokowi lemah dalam negosiasi investasi dengan tiongkok, tak bisa diketahui dengan pasti. Sudah banyak analisa kemungkinan yang beredar dalam masyarakat, tidak perlu saya bahas lagi.

Ternyata menganalisa permasalahan TKA tiongkok tidak bisa lewat Ilmu Ekonomi tapi harus pakai Ilmu Politik. Karena ternyata tidak ada hubungan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebesar 2 digit (seperti di Tiongkok) dengan meningkatnya lapangan pekerjaan, seperti kasus TKA tiongkok ini. Malahan TKA tiongkok bekerja di negara yang pertumbuhan ekonominya hanya sekitaran 5% seperti di Indonesia.

Janji Pemerintahan Jokowi pada kampanye Pemilu 2014, untuk membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sampai 10 juta orang Indonesia, apakah sudah terealisasi? Sepertinya jauh panggang dari api, atau jauh api dari panggang? Semua tinggal angan-angan saja.

Lalu menurut anda apa konsekwensi bagi penguasa/pemerintah/petahana yang tidak menepati janjinya?

Buktikan jawaban anda pada 17 April 2019.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Rory Anashttp://facebook.com/myunas78
Berprofesi sebagai Advokat/Konsultan Hukum/Penasehat Hukum, Mahasiswa Magister Hukum, aktif sebagai Sekretaris Organisasi PERSIS di Kabupaten Bengkalis, juga sebagai Petani yang kadang-kadang Menulis semampunya. Kirim masukan dan keluhan ke masroryyunas78@gmail.com

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.