Anak-anak Pemerkosa di Jerman, Ada Apa?

Anak-anak Pemerkosa di Jerman, Ada Apa?

WARGASERUJI – Tiga anak berusia 14 tahun dan dua anak berusia 12 tahun dilaporkan telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita berumur 18 tahun di daerah hutan belakang taman bermain di kota Mülheim an der Ruhr, hari Jumat lalu. Mengapa muncul anak-anak pemerkosa di negara maju seperti Jerman?

Dengan kasus itu, terjadi perdebatan di Jerman. Menurut berita yang beredar, perdebatan terfokus pada seberapa usia yang bisa dikenai hukum dan pengadilan. Saat ini di Jerman, hanya anak yang berusia 14 tahun yang bisa dikenai pidana. Sedangkan di bawah itu, orangtuanya yang bertanggungjawab.

Belum ada berita terkait motif para remaja dan anak-anak ini melakukan kejahatan. Pihak yang berwenang hanya mengatakan akan melakukan tindakan yang benar terkait peristiwa tersebut.

Sebelum motif kejahatan itu diselidiki, hanya bisa mengira-ira mengapa hal tersebut terjadi. Anak-anak jelas belum berpikir dewasa, sehingga sebagian kesalahan seharusnya dipertanggungjawabkan oleh orangtua dan institusi pendidikan yang terkait.

Kejadian itu tentu karena pengawasan yang kurang terhadap perilaku anak. Semakin terbuka akses informasi dari luar, semakin ketat seharusnya pengawasannya.

Negara-negara maju saat ini punya masalah dengan tingkat kejahatan yang terus naik, terutama dilakukan oleh para remaja. Beberapa negara bahkan sudah menurunkan tingkat usia terkena pidana antara 10 hingga 12 tahun. Penyebabnya, kemajuan yang diiringi kebebasan individu.

Sedari awal, orangtua sudah memberi contoh kebebasan individu. Batasan kebebasan hanyalah agar tidak mengganggu kebebasan orang lain. Bagi anak yang belum punya wawasan yang cukup, dirinya akan terdorong mencontoh mengumbar kebebasan tanpa tahu telah mengusik orang lain.

Tanggungjawab seseorang di negara yang menganut liberalisme hanyalah kepada etika umum dan hukum yang berlaku. Sudah sangat sedikit yang merasa harus bertanggungjawab kepada Tuhan.

Apakah hukum bisa mengatasinya? Pengadilan dan penjara bukan pemecahan masalah. Bahkan, masuk penjara menjadi jalan seseorang dipengaruhi oleh penjahat sungguhan.

Di masa depan, jelas negara-negara maju yang menganut liberalisme akan menghadapi masalah kriminalitas remaja yang semakin pelik. Anak-anak pemerkosa akan sering bermunculan. Untung mereka masih menguasai dunia. Andai ekonominya jatuh, pasti terjadi gejolak yang dahsyat.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...
close