Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

WARGASERUJI – Salah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi telah mengetahui betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah. Namun, dalam implementasinya banyak yang kurang memahami bentuk riil yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan potensi sekolah.

“Sebetulnya banyak sekali dukungan masyarakat pada sekolah. Namun sampai sekarang dukungan tersebut belum merata dan lebih banyak pada bidang fisik dan materi,” ungkap Koordinator PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah, Dr Nurkolis MM dalam acara pelatihan praktik yang baik peran serta masyarakat di Hotel Megaland Solo, Kamis (7/2).

Nurkholis menyebut beberapa contoh bantuan yang sering diberikan, seperti pembangunan gedung, merehabilitasi sekolah, memperbaiki pagar, dan sebagainya.

“Padahal, masyarakat juga dapat membantu pembelajaran, seperti menjadi guru bantu/guru tamu, narasumber, guru pengganti, mengajarkan kesenian, keterampilan atau agama,” katanya.

Semua lapisan masyarakat, baik kaya atau miskin berpotensi membantu sekolah untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak mereka. Namun, hal ini bergantung pada cara sekolah mendorong peran serta masyarakat (PSM) agar mau membantu.

“Cara-cara tersebutlah yang pada pelatihan ini menjadi fokus pembahasan bagi sekolah mitra PINTAR Tanoto Foundation–Universitas Sebelas Maret di Surakarta,” ujar Nurkolis.

Selama kegiatan, peserta lebih banyak dipandu untuk berbagi gagasan, melihat contoh praktik yang baik, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dalam penyelengaraan pendidikan di sekolah. Dan yang paling utama adalah memberikan solusi serta merumuskan rencana tindak lanjut pengembangan sekolah dengan melibatkan PSM secara maksimal.

“Semua pihak bisa dilibatkan untuk membangun dan mengembangkan sekolah. Kalau di perkotaan seperti Surakarta, yang paling tepat adalah partisipasi dalam bentuk sumbangan pemikiran dan keahlian. Sumbangan pemikiran, dan keahlian sangat diperlukan,” jelas Nurkolis kepada peserta pelatihan.

Contoh sumbangan pemikiran, lanjutnya, ketika sekolah sedang menyusun rencana kerja sekolah (RKS), Rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS), masyarakat bisa memberikan masukan-masukan, ide-ide atau pemikirannya untuk kemajuan sekolah.

Contoh lainnya, semisal Komite bersama guru menggelar ‘kelas inspirasi.’ Orangtua siswa dengan beragam profesi datang ke sekolah, bercerita tentang pengalaman belajar dan pekerjaannya sehingga menghadirkan inspirasi,  motivasi, sekaligus kebanggaan anak terhadap orang tuanya.

Doktor Manajemen Pendidikan ini juga menjelaskan, kunci untuk mengaktifkan PSM adalah manajemen sekolah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. PSM juga akan terwujud bila sekolah melakukan pendekatan dan terbuka kepada masyarakat baik yang terkait program maupun keuangan.

Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Drs. Nur Achmad mengungkapkan bahwa peran serta masyarakat perlu didorong secara bersama-sama agar bisa bersinergi dengan sekolah. Mereka memiliki waktu untuk menyesuaikan dengan kurikulum sekolah misal full day school agar dampak pendidikan di sekolah dapat lebih terasa. Baik itu pendidikan karakter maupun pendidikan akademis.

“Orang tua perlu kita dorong untuk lebih bisa mengikuti perkembangan jaman. Sebelumnya masih banyak yang berpikir pendidikan hanya di sekolah dan hanya menjadi tanggungjawab sekolah,” ungkap Nur Achmad.

Padahal, katanya, dengan kompleknya kurikulum, orang tua memiliki peran aktif untuk mengawal pendidikan anak. Bukan hanya di sekolah tetapi dikawal di rumah juga sehingga bisa bersinergi dan saling melengkapi.

Pelatihan penguatan peran strategis PSM bagi mitra UNS dan UIN Walisongo semarang dilaksanakan dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, kegiatan diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari 9 sekolah mitra PINTAR Tanoto Foundation–UNS, dari unsur kepala sekolah, guru senior, komite sekolah, pengawas dan fasilitator kota dari Kecamatan mitra di Surakarta.

Pelatihan difasilitasi oleh Dosen-dosen Fasilitator UNS-PINTAR Tanoto Foundation bidang manajemen yaitu Dr. Marmoah, M.Pd., Dr. Chumdari, M.Pd, dan Sukarmin, PhD.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Avra Aliviani
Penikmat pendidikan. kritis menyikapi lingkungan. menginspirasi lewat tulisan.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.